Rusdin S. Rauf dan Tim Cordoba
Mushaf Quranic Law of Attraction dari Cordoba menghadirkan pengalaman baru bertadabbur melalui ayat, hadis, refleksi, dan afirmasi Qurani agar pembaca semakin dekat kepada Allah dalam hidupnya. Karya buku Rusdin S. Rauf, menjadi Mushaf tematik dengan 7 prinsip berisi nilai doa, husnuzan, syukur, sabar, ikhtiar, dan tawakal berdasarkan Qur'an Sunnah.
.jpeg)
Quran Cordoba - Bagaimana jika selama ini konsep Law of Attraction yang banyak dikenal masyarakat ternyata memiliki akar yang jauh lebih kokoh dalam Al-Qur'an?
Banyak yang salah memahami Law of Attraction dalam Islam, seolah sama saja konsepnya dengan filosofi barat. Padahal, semua harus bersumber kepada Al-Quran sebagai petunjuk.
Maka Quran Cordoba menghadirkan sebuah inovasi mushaf tematik bertajuk Mushaf Quranic Law of Attraction (QLOA), karya Rusdin S. Rauf.
Mushaf ini tidak mengajak pembaca percaya pada kekuatan semesta, melainkan mengembalikan seluruh harapan, doa, ikhtiar, dan tawakal kepada Allah SWT sebagai pusat segala ketentuan hidup. Mari, kita simak penjelasan penulisnya berikut ini.
Ada satu pertanyaan yang sering saya terima sejak buku Quranic Law of Attraction mulai dikenal luas oleh masyarakat: “Dari mana sebenarnya konsep Quranic Law of Attraction berasal?” Sebagian orang mengira konsep ini lahir dari dunia motivasi.
Sebagian lagi menganggap ia sekadar adaptasi dari konsep Law of Attraction yang populer di Barat. Padahal sesungguhnya, sejak awal saya hanya ingin menunjukkan satu hal yang sangat sederhana: Bahwa Al-Qur’an telah lebih dahulu mengajarkan hubungan antara manusia, alam semesta dan Allah, Tuhan Semesta Alam.
Ketika saya membaca kisah para nabi, saya menemukan pola yang berulang. Mereka memiliki harapan yang besar. Mereka berdoa dengan sungguh-sungguh. Mereka berbaik sangka kepada Allah. Mereka bersabar dalam proses yang panjang. Mereka bersyukur atas nikmat yang ada. Mereka berikhtiar semaksimal mungkin. Dan akhirnya mereka bertawakal sepenuhnya kepada Allah.
Nabi Ibrahim As mengajarkan keyakinan. Nabi Zakaria mengajarkan harapan. Nabi Ayyub mengajarkan kesabaran. Nabi Yusuf mengajarkan husnuzhan. Nabi Nuh mengajarkan istiqamah. Dan Rasulullah Muhammad mengajarkan seluruhnya dalam bentuk yang paling sempurna.
Semakin lama saya mempelajari Al-Qur’an, semakin saya menyadari bahwa yang sering kita sebut sebagai “energi positif”, “mindset”, “harapan”, atau “manifestasi”, sesungguhnya memiliki akar yang sangat kuat di dalam Al-Qur’an.
Bukan pada semesta. Bukan pada kekuatan pikiran manusia. Bukan pada hukum tarik-menarik yang berdiri sendiri. Tetapi pada hubungan seorang hamba dengan Allah.
Karena itu, sejak awal saya selalu meyakini bahwa pusat dari Law of Attraction bukanlah manusia. Pusatnya adalah Allah. Seluruh alam semesta berjalan sesuai aturan-aturan Allah, itulah Quranic Law of Attraction.
Ketika buku Quranic Law of Attraction pertama kali diterbitkan, saya tidak pernah membayangkan perjalanan yang akan terjadi setelahnya. Buku itu berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Dibaca di rumah-rumah sederhana. Didiskusikan di komunitas-komunitas kecil. Dibawa ke seminar, kajian, dan ruang-ruang belajar.
Lalu perlahan tumbuh menjadi sebuah gerakan pembelajaran yang melibatkan ribuan bahkan jutaan pembaca.
Namun di tengah perjalanan itu, saya justru semakin sering diingatkan oleh satu hal: Jangan sampai orang berhenti pada bukunya. Karena buku hanyalah jembatan.
Tujuannya bukan agar orang mengingat penulisnya. Tujuannya adalah agar lebih banyak orang kembali kepada Al-Qur’an.
Semakin banyak saya berbicara tentang Quranic Law of Attraction, semakin kuat pula keinginan untuk membawa pembaca kembali kepada sumber utamanya. Bukan kepada teori. Bukan kepada metode. Tetapi kepada firman Allah itu sendiri. Dari situlah gagasan Mushaf Quranic Law of Attraction mulai tumbuh.
Mushaf ini lahir dari harapan yang sederhana. Saya membayangkan seseorang membuka Al-Qur’an setelah shalat Subuh. Membaca satu halaman. Menemukan satu ayat yang berbicara langsung kepada dirinya. Lalu menemukan hadis yang relevan dengannya.
Merenungkan refleksi yang membantu menghadirkan pesan ayat ke dalam kehidupannya. Lalu menyuntikkan afirmasi Qurani ke dalam pikiran bawah sadar kita.
Kemudian menutup mushaf itu dengan hati yang lebih tenang, lebih yakin, dan lebih dekat kepada Allah. Jika itu terjadi, maka mushaf ini telah menjalankan tugasnya. Karena tujuan mushaf ini bukan membuat kita mengagumi konsep Quranic Law of Attraction.
Tujuan akhirnya adalah membuat kita semakin mencintai Al-Qur’an dan mengamalkanya.
Dalam perjalanan panjang mempelajari Al-Qur’an, saya menemukan tujuh tema besar yang terus berulang.
Tujuh prinsip yang kemudian menjadi fondasi Quranic Law of Attraction:
1. Niat. Meluruskan arah hati hanya kepada Allah.
2. Doa. Membangun komunikasi yang hidup dengan Allah.
3. Yakin dan Husnuzhan. Mempercayai janji dan rahmat Allah sepenuhnya.
4. Sabar. Bertahan di jalan Allah ketika hasil belum terlihat.
5. Syukur. Melihat nikmat Allah dengan hati yang hidup.
6. Amal dan Ikhtiar. Berjalan, bergerak, dan mengambil sebab-sebab yang benar.
7. Tawakal dan Ridha. Menyerahkan hasil kepada Allah dengan penuh ketenangan.
Semakin saya mempelajari Al-Qur’an, semakin saya melihat bahwa seluruh perjalanan hidup seorang mukmin sebenarnya bergerak di antara tujuh prinsip ini. Kita memulai dengan niat. Kita melanjutkan dengan doa. Kita menguatkannya dengan keyakinan. Kita menjaganya dengan kesabaran. Kita menghiasinya dengan syukur. Kita membuktikannya melalui amal. Dan kita menutupnya dengan tawakal.
Jika saat ini Anda sedang menunggu jawaban doa, maka Mushaf QLOA ini menemani penantian Anda. Jika Anda sedang kehilangan harapan, Mushaf ini membantu Anda menemukan kembali cahaya. Jika Anda sedang berjuang memperbaiki diri, Mushaf ini menguatkan langkah Anda.
Jika Anda sedang mencari makna hidup, Mushaf QLOA mengarahkan pandangan Anda kembali kepada Allah. Dan jika Anda sedang berada dalam masa terbaik kehidupan, Mushaf ini menjaga hati Anda tetap bersyukur. Karena pada akhirnya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca ketika kita lemah.
Al-Qur’an adalah teman perjalanan sepanjang hidup. Saya berdoa, setiap huruf yang dibaca dari Mushaf ini menjadi cahaya. Menjadi penenang bagi hati yang gelisah, penguat bagi jiwa yang lelah, petunjuk bagi langkah yang sedang mencari arah.
Akhirnya menjadi jalan yang mengantarkan kita semua kepada ridha Allah. Selamat bertadabbur. Selamat menikmati perjalanan kembali kepada Al-Qur’an.
Rusdin S. Rauf - Penulis buku Quranic Law of Attraction & Konten Mushaf Quranic Law of Attraction (QLOA)

"Pada akhirnya, Mushaf Quranic Law of Attraction bukanlah tentang bagaimana menarik keinginan dunia kepada diri kita. Mushaf ini mengajarkan bagaimana menarik hati kita agar semakin dekat kepada Allah.
Sebab ketika hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya menjadi kuat, maka ketenangan, keberkahan, dan petunjuk akan mengikuti setiap langkah kehidupannya.
Inilah semangat yang ingin dihadirkan Quran Cordoba melalui inovasi mushaf tematik yang menghubungkan tadabbur Al-Qur'an dengan realitas kehidupan modern."
Wallahualam Bishawab
.jpeg)
