Artikel

Sunah Nabi Qailulah: Rahasia Medis Tidur Siang yang Jadi Ibadah

Heri Abu Mahbubi

October 15, 2026

Bukan sekadar rebahan, Qailulah adalah tidur siang berpahala Sunah, bahwa ajaran Rasulullah ﷺ senantiasa membawa kebaikan—untuk tubuh, pikiran, dan jiwa. Rahasia inspirasi ibadah dari Quran Hadis juga medis.

Rahasia medis qailulah tidur siang

Quran Cordoba - Pernah merasa bersalah karena tidur siang, padahal badan sudah benar-benar lelah? Tenang, ternyata kebiasaan itu justru dianjurkan langsung oleh Rasulullah ﷺ.

Dalam Islam, tidur siang singkat punya nama khusus: qailulah, sunnah kecil yang manfaatnya jauh lebih besar daripada yang di bayangkan—mulai dari kesehatan fisik, ketajaman pikiran, hingga kedekatan spiritual dengan Allah SWT.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu qailulah, dalil dalam Al-Qur'an dan hadis, serta penelitian ilmiah medis membenarkan apa yang sudah diajarkan Nabi lebih dari 1.400 tahun lalu.

‍

Apa Itu Qailulah?

Qailulah adalah istirahat singkat, bisa berupa tidur siang dengan durasi sekitar 10–30 menit, biasanya dilakukan sebelum atau sesudah waktu dzuhur. Berbeda dengan tidur siang pada umumnya yang kadang tidak terkontrol durasinya, qailulah justru menekankan pada kesingkatan waktunya.

Dalam Kamus Lisanul Arab, makna qailulah secara bahasa,

القيلولة نومة نصف النهار

“Qailulah adalah tidur pada pertengahan siang”

Karena artinya “tidur siang” maka banyak yang menyangka qailulah mesti harus tidur. Lebih tepat, qailulah tidak mesti harus tidur terlelap, istirahat pada siang hari sudah termasuk qailulah.

Inilah yang membuatnya berbeda: qailulah bukan kemalasan, bukan rebahan untuk menghilangkan kantuk, melainkan sebuah amalan yang punya landasan syariat dan tujuan spiritual.

‍

Dalil Qailulah dalam Hadis Nabi ﷺ

Anjuran tidur siang ini bukan tanpa dasar. Dari riwayat Anas ra, Rasulullah ﷺ bersabda:

قِيْلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ

"Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidak melakukan tidur siang."

Hadis ini menegaskan bahwa qailullah menjadi salah satu pembeda antara kebiasaan seorang muslim dengan perbuatan setan—musuh terbesar manusia dalam perjalanan menuju ketaatan kepada Allah.

Dengan rutin melakukan qailullah, seorang muslim diharapkan tumbuh semangat untuk membedakan amal dan kebiasaannya dari pola hidup yang jauh dari nilai-nilai keislaman.

Mengutip dari Ihya Ulumudin mengenai kaitan qailulah dengan ibadah malam:

القَيْلُولَةُ وَهِيَ سُنَّةٌ يُسْتَعَانُ بِهَا عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ، كَمَا أَنَّ السُّحُورَ سُنَّةٌ يُسْتَعَانُ بِهِ عَلَى صِيَامِ النَّهَارِ 

"Tidurlah di siang hari agar membantumu shalat malam sebagaimana sahur membantumu puasa di waktu siang."

Dari keterangan ini jelas bahwa qailulah bukan sekadar soal fisik yang segar, tetapi juga strategi untuk memperkuat ibadah malam, khususnya shalat tahajud.

Sama seperti sahur yang menjadi bekal energi untuk berpuasa di siang hari, qailulah menjadi "bekal energi" agar seseorang mampu bangun dan khusyu beribadah di sepertiga malam terakhir.

‍

Isyarat Tidur dalam Al-Quran

Menariknya, kata "tidur" disebutkan lebih dari 10 kali dalam Al-Quran, sesuai konteksnya, salah satunya dalam Surat Ar-Rum ayat 23:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ مَنَامُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاۤؤُكُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan."

Ayat ini menempatkan tidur—baik malam maupun siang—sebagai salah satu tanda kebesaran Allah yang patut direnungkan, bukan sekadar aktivitas biologis biasa.

Ini memperkuat pemahaman bahwa qailullah memiliki dimensi tadabbur (perenungan) yang mengajak manusia mensyukuri nikmat istirahat sebagai bagian dari karunia Allah.

‍

Manfaat Qailulah Menurut Kajian Ilmiah Medis

Islam tidak pernah menganjurkan sesuatu tanpa hikmah di baliknya, dan qailulah contoh nyata bagaimana sunnah Nabi sejalan dengan temuan medis modern.

1. Memulihkan Energi dan Meningkatkan Konsentrasi

Berbagai tradisi keilmuan Islam memandang tidur siang sebagai kunci pemulihan energi yang berdampak positif pada produktivitas kerja dan tanggung jawab harian.

Hal ini diperkuat oleh studi meta-analisis Dutheil et al. (2021) yang menunjukkan bahwa peningkatan fokus dan energi setelah tidur siang mampu mendongkrak efisiensi dalam menjalankan tugas rutin.

2. Menajamkan Fungsi Kognitif dan Memori

Tidur siang singkat terbukti bermanfaat untuk berbagai tipe kemampuan kognitif, mulai dari penalaran logika, kecepatan reaksi, hingga daya rekognisi.

Selain itu, qailullah juga berkontribusi pada penguatan memori—baik memori prosedural, deklaratif, maupun memori jangka pendek. Artinya, sedikit waktu istirahat di siang hari bisa membuat otak bekerja jauh lebih tajam sepanjang sore sampai malam.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Manfaat qailullah ternyata menyentuh ranah kardiovaskular. Penelitian Dutheil et al. (2021) mencatat bahwa tidur siang yang dilakukan setidaknya tiga kali dalam seminggu berasosiasi dengan penurunan risiko mortalitas akibat penyakit jantung koroner.

Sebuah bukti bahwa istirahat singkat di siang hari punya dampak jangka panjang bagi kesehatan tubuh.

4. Mendukung Fokus Belajar pada Anak

Manfaat qailullah tidak hanya dirasakan orang dewasa. Irmayanti, dkk. (2024) menemukan bahwa pembelajaran yang disisipi praktik qailullah mampu menjaga fokus siswa, mengembalikan kebugaran, sekaligus meningkatkan motivasi belajar.

Ini menjadi masukan berharga, khususnya bagi sekolah maupun pesantren yang ingin menerapkan pola belajar berbasis Sunnah yaitu tidur siang.

5. Menstabilkan Kesehatan Mental dan Emosional

Di tengah tekanan aktivitas harian, qailullah berperan penting dalam manajemen stres. Tidur siang memberi efek relaksasi, mengurangi kelelahan, menaikkan mood, sekaligus meningkatkan kreativitas dan produktivitas (Dutheil et al., 2021).

Dengan kata lain, qailulah adalah "jeda" yang menyegarkan bukan hanya tubuh, tapi juga suasana hati atau mood positif.

‍

Qailulah sebagai Momen Refleksi Spiritual

Lebih dari sekadar istirahat fisik, qailullah bisa menjadi ruang hening untuk merenung, rehat sejenak dan mendekatkan diri dengan zikrullah.

Di tengah kesibukan siang hari, jeda singkat ini memberi kesempatan bagi seorang muslim untuk menenangkan pikiran, merenungi perjalanan hidupnya, dan mempererat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Qailullah juga dapat dimaknai sebagai bentuk "berserah" terhadap kehendak Allah—melepas sejenak kendali atas waktu dan tubuh, lalu menyerahkannya pada istirahat yang telah dianjurkan oleh Rasulullah.

Pemahaman ini selaras dengan nilai keimanan dan ketundukan pada takdir Allah. Dari sini terlihat bahwa tidur siang bukan semata kebutuhan biologis, melainkan juga bagian dari ibadah spiritual yang berakar pada nilai-nilai keislaman.

 

Bagaimana Cara Menerapkan Qailulah dalam Keseharian?

Agar sunnah ini bisa diamalkan secara konsisten, berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan:

  • Perhatikan durasi. Cukup 10–30 menit, tidak perlu berlama-lama agar tidak mengganggu ritme tidur malam.
  • Pilih waktu sebelum atau sesudah dzuhur, sesuai anjuran sunnah, sehingga tetap selaras dengan jadwal ibadah harian.
  • Ciptakan suasana tenang, misalnya dengan mengurangi cahaya dan suara, agar tidur lebih berkualitas meski singkat.
  • Niatkan sebagai ibadah, bukan sekadar pelarian dari rasa kantuk, sehingga qailullah membawa nilai pahala sekaligus manfaat kesehatan.
  • Jadikan bekal untuk qiyamul lail, sehingga tubuh lebih segar saat bangun untuk shalat tahajud di sepertiga malam terakhir.

Penutup

Qailullah adalah bukti nyata bahwa ajaran Rasulullah ﷺ senantiasa membawa kebaikan yang menyeluruh—untuk tubuh, pikiran, dan jiwa. Sunnah sederhana ini mengajarkan bahwa istirahat bukanlah kemalasan, melainkan inspirasi bagian dari strategi hidup seimbang yang mendukung produktivitas dan kualitas ibadah.

Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan melelahkan, menghidupkan kembali sunnah qailullah bisa menjadi langkah kecil namun bermakna untuk menjaga kesehatan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Wallahu’alam Bishawab

‍

Sumber Rujukan:

Dutheil, F., et al. (2021). Effects of a short daytime nap on the cognitive performance: a systematic review and meta-analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(19), 10212.

Idris, H. (2021). Back To Sunnah: Teori dan Kajian Empiris Kesehatan. Rajawali Pers.

Irmayanti, L., Hosna, R., & Yazid, S. (2024). Pembelajaran Qaylūlah Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 1(6), 128–140.

Riad, I., & Khadafi, M.Z. (2023). Qailullah (Tidur Siang) dalam Tradisi Sunnah: Manfaatnya Bagi Kesehatan dan Produktivitas. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 1(6), 1301–1315.

Riani, R. (2024). Implementasi Qailulah dalam Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa SD. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(2), 7505–7516.

‍

Baca Juga

Sunah Nabi Qailulah: Rahasia Medis Tidur Siang yang Jadi Ibadah

Heri Abu Mahbubi
October 15, 2026
Bukan sekadar rebahan, Qailulah adalah tidur siang berpahala Sunah, bahwa ajaran Rasulullah ﷺ senantiasa membawa kebaikan—untuk tubuh, pikiran, dan jiwa. Rahasia inspirasi ibadah dari Quran Hadis juga medis.
Selengkapnya

Rahasia Keberkahan Al-Quran dalam Mengangkat Derajat Manusia

Heri Abu Mahbubi
October 12, 2026
Al-Quran adalah Kitab Mubarak, petunjuk hidup yang setiap kalimatnya mengandung limpahan keberkahan, pedoman, dan kebaikan yang terus bertambah. Berkah Quran bersifat menyeluruh, mencakup seluruh aspek kehidupan. Ayat-ayat berikut menjelaskannya.
Selengkapnya
Official Store
tokopedia-cordoba
Follow Us
Kantor Pusat
Jl. Sukajadi no. 215 Gegerkalong, Kec. Sukasari, Kota Bandung,
‍Tlp : (022) 2008 776
Kantor Pemasaran Jakarta
Jalan Raya Kodau Kavling P&k No.174 Jatimekar - Jatiasih Bekasi 17422
Tlp : (021) 84981836
Kantor Pemasaran Surabaya
Jl. Ketintang Madya II No. 5, Kel. Karah , Kec Jambangan Kota Surabaya - Jawa Timur 60232
WA : +62 852-1719-4370
qurancordoba.com - Copyright 2021