Artikel

Inilah 8 Bahaya Mengabaikan Al-Qur'an Bagi Jiwa dan Kehidupan

Heri Abu Mahbubi

November 4, 2026

Apa bahayanya melalaikan Al-Qur'an? Kenali 8 dampak buruk ‘Mahjura’ yaitu mengabaikannya bagi hati, jiwa, keimanan, dan kehidupan seorang muslim berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an.

Bahaya mengabaikan Al-Qur'an dalam Kehidupan

Quran Cordoba - Dalam firman Allah SWT Surah Al-Furqan, ada pengaduan Rasulullah SAW mengenai kondisi kaumnya yang mengabaikan Al-Qur'an (mahjura). Melalaikan kalam ilahi bukan sekadar pelanggaran keimanan, melainkan pemicu utama timbulnya berbagai krisis mental, emosional, spiritual dan arah hidup.

Mahjura (مَهْجُورًا) berasal dari kata hajara yang berarti meninggalkan, mengabaikan, atau tidak memperdulikan.

Ayat tersebut merujuk pada Surat Al-Furqan 30, di mana Nabi Muhammad SAW mengadu kepada Allah SWT mengenai kaumnya yang memperlakukan Al-Qur'an sebagai sesuatu yang diabaikan:

وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا

  "Dan Rasul (Muhammad) berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini (sebagai) sesuatu yang diabaikan.'

Melalui sumber kajian Makrifatul Qur'an, bahwa melalaikan Al-Qur'an membawa keburukan yang berdampak langsung pada segala masalah, kesejahteraan fisik, jiwa, mental, hingga keberkahan hidup.

‍

5 Bentuk Kelalaian Terhadap Al-Qur'an

Sebelum memahami dampaknya, penting untuk mengenali tingkatan kelalaian dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an, beberapa poin berikut mengutip kajian Ustaz Abdul Aziz Abdul Rauf Lc Al-Hafiz:

  1. Tidak Membaca: nggak meluangkan waktu khusus untuk tilawah Al-Qur'an sebagai wirid harian.
  2. Enggan Mendengarkan: Lebih mengutamakan mendengar musik atau hiburan dibandingkan lantunan ayat suci.
  3. Mengabaikan Tadabbur: nggak mau memahami kandungan dan pesan di balik ayat, maknanya dalam kehidupan.
  4. Minim Pengamalan: Terhambat dan sulit mengaplikasikan nilai-nilai Al-Qur'an, abai pada perintah dan larangannya.
  5. Melupakan Hafalan: Membiarkan hilang karena tergerus kesibukan dan kurangnya muraja'ah Quran.

Dalam kajian ada tadabur surah Fussilat ayat 26, Allah berfirman:

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَا تَسْمَعُوْا لِهٰذَا الْقُرْاٰنِ وَالْغَوْا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُوْنَ

“Dan orang-orang yang kafir berkata, “Janganlah kamu mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya, agar kamu dapat mengalahkan (mereka).”

 

Mengutip tafsir ringkas KEMENAG, dari para pendurhaka itu dapat dilihat pada perbuatan orang-orang yang melarang mendengarkan bacaan Al-Qur’an.

Dan orang kafir berkata satu sama lain di antara sesamanya, "Janganlah kamu mendengarkan dengan cara apa pun bacaan Al-Qur’an ini, dan buatlah kegaduhan terhadapnya dengan cara berteriak-teriak atau bertepuk tangan sehingga tidak bisa didengar, agar kegaduhan dapat mengalahkan bacaan itu."

 

8 Bahaya Utama Melupakan Al-Qur'an

Berikut adalah 8 akibat fatal dari sikap melalaikan Al-Qur'an sebagaimana penjelasan dalam sumber kajian tarbiyah Quraniyah secara ringkas:

1. Kesesatan yang Nyata

Al-Qur'an berfungsi sebagai Az-Zikr (pengingat fitrah) dan kompas panduan hidup. Ketika seseorang mengabaikan petunjuk ini, ia secara sukarela melepaskan pedoman navigasi hidupnya sehingga sangat rentan kehilangan arah dan tersesat dalam mengambil keputusan.

فَوَيْلٌ لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (QS. Az-Zumar,39: 22)

 

2. Dada Terasa Sesak dan Berpikir Picik

Mengabaikan petunjuk Al-Qur'an membuat kelapangan dada dicabut. Akibatnya, pola pikir menjadi pendek, picik, dipenuhi sudut pandang negatif (su'udzon), serta mudah merasa tertekan meskipun tinggal di lingkungan yang luas.

وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَاۤءِۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ

Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al-An’am, 6: 125)

 

3. Kehidupan yang Sempit dan Buta

Meskipun seseorang memiliki harta berlimpah, posisi tinggi, dan koneksi luas, jauh dari Al-Qur'an membuat kehidupannya terasa hambar dan senantiasa kurang. Rasa rakus, tamak, dan kecemasan berlebih timbul karena hatinya tidak merasakan ketenangan yang sejati.

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha, 20: 124)

 

4. Hati Menjadi Buta terhadap Kebenaran

Kebutaan kalbu lebih berbahaya daripada kebutaan fisik. Hati yang buta kesulitan membedakan antara yang benar dan salah, sulit menentukan prioritas, serta terdorong untuk mengabaikan hal-hal yang berhak dan halal-haram.

فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ

“Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj, 22: 46)

 

5. Hati Menjadi Keras dan Mati

Jarang tersentuh oleh ayat Al-Qur'an membuat hati mengeras melebihi batu. Dampaknya, seseorang menjadi sulit berempati, enggan menerima masukan atau kritik, angkuh, serta selalu merasa paling benar.

وَلٰكِنْ قَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-An'am: 43)

 

6. Dosa dan Kehinaan di Dunia dan Akhirat

Kehormatan sejati tidak diukur dari standar materi atau jabatan. Seseorang yang melalaikan Al-Qur'an dapat dicabut kehormatannya di mata Allah dan manusia, sehingga kedudukan yang dimiliki tidak lagi mendatangkan kemuliaan.

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْٓا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia.” (QS. Ali-Imran, 3: 112)

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖ ثُمَّ اَعْرَضَ عَنْهَا ۗاِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِيْنَ مُنْتَقِمُوْنَ ࣖ

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa.” (QS. As-Sajdah, 32: 22)

 

7. Terjebak Menjadi Teman Setan

Tanpa Al-Qur'an sebagai perisai spiritual (azkar), seseorang tidak memiliki imunitas terhadap bujuk rayu dan jebakan setan. Ia dengan mudah terseret ke dalam pola hidup yang membinasakan.

وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ

Dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih   (Al-Qur'an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.  (QS. Az-Zukhruf, 43: 36)

 

8. Fasik dan Lupa Diri

Dampak paling berat dari melupakan Allah dan Al-Qur'an adalah dibuat lupa terhadap keselamatan diri sendiri. Hal ini mengarahkan seseorang pada kefasikan, kesengsaraan, dan kerugian hakiki di dunia maupun akhirat.

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.” (QS. Al-Hasyr, 59: 19)

 

Menjaga interaksi rutin dengan Al-Qur'an— nggak melupakannya baik melalui bacaan, menyimak, tadabbur, maupun hafalan—bukan sekadar kewajiban setiap muslim, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjaga keimanan, kestabilan jiwa dan arah hidup yang jelas. InsyaAllah

‍

Baca Juga

Inilah 8 Bahaya Mengabaikan Al-Qur'an Bagi Jiwa dan Kehidupan

Heri Abu Mahbubi
November 4, 2026
Apa bahayanya melalaikan Al-Qur'an? Kenali 8 dampak buruk ‘Mahjura’ yaitu mengabaikannya bagi hati, jiwa, keimanan, dan kehidupan seorang muslim berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an.
Selengkapnya

Belajar Quran Metode Talaqi: Strategi Berbasis Mushaf Al-Qur’an Tematik

Heri Abu Mahbubi
October 21, 2026
Dengan bimbingan guru yaitu Talaqi langsung melalui Metode 5T, setiap berinteraksi bersama Al-Qur’an menjadi sebab datangnya rahmat, kemudahan, dan kemuliaan hidup yang hakiki. Buktikan mudahnya belajar Quran secara lengkap berbasis mushaf tematik.
Selengkapnya
Official Store
tokopedia-cordoba
Follow Us
Kantor Pusat
Jl. Sukajadi no. 215 Gegerkalong, Kec. Sukasari, Kota Bandung,
‍Tlp : (022) 2008 776
Kantor Pemasaran Jakarta
Jalan Raya Kodau Kavling P&k No.174 Jatimekar - Jatiasih Bekasi 17422
Tlp : (021) 84981836
Kantor Pemasaran Surabaya
Jl. Ketintang Madya II No. 5, Kel. Karah , Kec Jambangan Kota Surabaya - Jawa Timur 60232
WA : +62 852-1719-4370
qurancordoba.com - Copyright 2021