Heri Mahbub
Belajar ilmu Al-Quran melalui Ulumul Quran menjadi kunci menyembuhkan hati. Memahami kalamullah secara utuh, ilmiah, dan petunjuk abadi. Inilah saatnya semangat faham dan amal. Al-Quran menjadi nilai, pedoman, dan inspirasi peradaban.
.jpeg)
Quran Cordoba - Di tengah musibah juga krisis multidimensi yang melanda negeri—mulai dari bencana alam, degradasi moral, kerusakan keluarga dan mental -fatherless hingga kegelisahan sosial—umat Islam dituntut kembali kepada sumber utama petunjuk hidup: Al-Qur’an.
Namun, kembali kepada Al-Qur’an harus jelas, langkah dan sumbernya seperti apa. Tidak cukup hanya dengan membacanya, melainkan juga memahaminya dan mengamalkannya secara benar melalui ilmu Quran, istilahnya bernama Ulumul Quran secara lengkap.
Maka tema “Sembuhkan Hati, Pulihkan Negeri" di tahun 2026 dengan Petunjuk Al-Qur’an bukan sekadar slogan, semua meliputi kesehatan mental, karakter, dan petunjuk di segala aspek kehidupan, itulah pentingnya di era sekarang bagi diri dan negeri ada relevansinya.
Ulumul Quran menjadi jembatan penting untuk menyembuhkan hati yang gersang ilmu dan membangun peradaban yang berlandaskan wahyu. Jiwa yang sehat dan negeri yang kuat jelang bulan suci Ramadan 2026, Insyaallah
Secara istilah, Al-Qur’an adalah Kalâmullâh (firman Allah SWT) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, lafaznya bersifat mu’jizat, abadi, membacanya bernilai ibadah, riwayat secara mutawatir, tertulis dalam mushaf, dimulai dari Surah Al-Fatihah hingga Surah An-Nas.
Para ulama bahkan menyebut bahwa Al-Qur’an memiliki banyak nama—sebagian menyebut hingga lebih 100 nama dan sifatnya—yang masing-masing mencerminkan keagungan dan fungsinya sebagai petunjuk hidup, penyembuh, cahaya, dan rahmat bagi alam semesta.
Adapun kata ‘ulum merupakan bentuk jamak dari ‘ilm yang berarti ilmu atau pengetahuan. Ilmu secara istilah adalah pemahaman yang benar terhadap suatu perkara disertai dalil-dalilnya.
Maka, ilmu Quran bukan sekadar pengetahuan teks, melainkan pemahaman mendalam yang terstruktur dan argumentatif. Terbentuk disiplin ilmu bernama ulumul Quran yang terus berkembang.
Allah SWT berfirman:
“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada.” (QS. Yunus [10]: 57)
Penyembuhan itu akan dirasakan apabila memahaminya dengan benar, bacanya sebagai langkah awal, selanjutnya faham dan amal. Di sinilah letak urgensi ilmu Quran, lengkapnya ada di Ulumul Quran.
Imam As-Suyuthi dalam Al-Itqan fi Ulumil Qur’an menjelaskan bahwa Ulumul Quran merupakan pintu utama untuk memahami pesan ilahi agar tidak terjerumus pada tafsir serampangan atau pemahaman yang menyimpang.
Tanpa Ulumul Quran, seseorang berisiko memahami Al-Qur’an secara tekstual, kaku, atau bahkan keluar dari pedomannya.
Secara terminologi, definisi Ulumul Quran menurut para Ulama, yaitu:
Artinya, Ulumul Quran adalah kumpulan berbagai disiplin ilmu yang secara khusus membahas Al-Qur’an, baik dari sisi turunnya wahyu (tanzil), cara membacanya (tartil), proses penulisannya (tadwin), penafsirannya (ta’wil), hingga aspek pendalilannya (tadlil).
Dengan kata lain, maka semangat kembali ke Al-Quran harus memhami fondasi utama dalam Ulumul Quran tersebut secara utuh dan komprehensif.
Objek utama Ulumul Quran adalah Al-Qur’an Al-Karim, dengan ruang lingkup pembahasan yang luas, meliputi:
Melalui pembahasan ini, Al-Qur’an tidak dipahami secara parsial, melainkan sebagai sistem petunjuk hidup yang menyeluruh.
Dengan pemahaman tersebut, menyembuhkan hati, memulihkan diri, keluarga, dan negeri lebih mudah dan berkah. Menjadi pedoman hakiki, semoga.
Manfaat dan Buah Ilmu Ulumul Quran
Mempelajari Ulumul Quran memberikan banyak manfaat strategis, di antaranya:
Inilah mengapa Ulumul Quran sangat relevan dalam upaya memulihkan kondisi hati, persaudaraan umat dan negeri.
Ulumul Quran termasuk ilmu yang paling mulia karena berkaitan langsung dengan kalam Allah SWT. Ia berakar dari ilmu tafsir, kemudian berkembang menjadi disiplin ilmu mandiri dan menjadi induk bagi berbagai cabang ilmu lainnya seperti qira’at, tajwid, dan balaghah.
Sebagai ilmu syar’i, Ulumul Quran menjadi sarana menjaga kemurnian pemahaman wahyu di tengah tantangan zaman.
Sumber dan Sandaran Ilmu Ulumul Quran
Ulumul Quran bersandar pada sumber-sumber ilmiah yang kokoh, yaitu:
Dengan sandaran ini, ilmu Quran memiliki legitimasi ilmiah dan otoritas keilmuan yang kuat.
Imam Malik رحمه الله pernah berkata:
“Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang menjadikan generasi awalnya baik.”
Dan yang menjadikan generasi awal umat Islam unggul adalah kedekatan mereka dengan Al-Qur’an, secara ilmu dan amal.
Para ulama menetapkan bahwa mempelajari dan mengajarkan Ulumul Quran hukumnya fardhu kifayah bagi kaum muslimin secara umum. Namun, bagi para pegiat Al-Quran, pengajar, dai dan lainnya, hukumnya bisa menjadi fardhu ‘ain.
Tanpa penguasaan Ulumul Quran, dakwah dan pendidikan keislaman berpotensi kehilangan arah.
Beberapa tema utama dalam Ulumul Quran antara lain:
Baca Juga: Keajaiban Al-Quran Menjawab Tantangan Zaman
Campaign “Sembuhkan Hati, Pulihkan Negeri” menemukan relevansi mendalam dalam Ulumul Quran. Kerusakan moral, konflik sosial, dan krisis kemanusiaan tidak cukup diselesaikan dengan solusi teknis semata, tetapi membutuhkan pemulihan nilai dan hati. semua ada ilmunya dalam Ulumul Quran.
Allah SWT menegaskan:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11)
Perubahan diri dimulai dari hati, dan hati disembuhkan oleh Al-Qur’an dengan pemahaman yang benar.
Di tengah tantangan zaman, ilmu Quran melalui Ulumul Quran secara utuh menjadi kunci untuk menyembuhkan hati umat dan memulihkan negeri.
Dengan paham yang benar terhadap Al-Qur’an, umat Islam tidak hanya menjadi pembaca wahyu, tetapi juga pelaku nilai-nilai Qurani dalam kehidupan nyata.
Wallahu'alam
Sumber:
Al-Itqan fi Ulumil Qur’an; Imam As-Suyuthi
At-Tibyan Ulumul Qur'an: Imam Ali As-Shabuni
Baca Juga: Hubungan Sains dan Quran: Integrasi Wahyu Ilahi dan Ilmu Pengetahuan
Baca Juga: Al-Quran Tetap Relevan di Era Modern: Tafsir Terkini Tentang Kitab Suci Islam
.jpeg)
