Heri Abu Mahbubi
PT Cordoba Internasional Indonesia resmi meluncurkan aplikasi Quran Cordoba dan Quran Cordoba Pro di ISEF 2026, Jakarta. Inovasi digital ini memperluas ekosistem Al-Qur'an dari mushaf cetak tematik ke platform tadabbur lintas generasi dan negara.

JAKARTA, 16 Oktober 2026 — Quran Cordoba menorehkan langkah bersejarah dalam industri penerbitan Al-Qur'an Indonesia. Di panggung Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, penerbit Al-Qur'an terkemuka ini meluncurkan dua aplikasi digital — Quran Cordoba dan Quran Cordoba Pro — hasil kolaborasi strategis bersama Sidr Productions.
Peluncuran berlangsung di Stage Lentera Emas, Cendrawasih Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat 16 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.
Mengusung tema “Al-Qur’an di Genggaman: Transformasi Digital Ekosistem Baca dan Tadabbur Al-Qur’an” Didukung Bank Indonesia, acara ini menjadikan Quran Cordoba satu-satunya penerbit Al-Qur'an yang hadir di forum ekonomi syariah bergengsi tersebut.
Presiden Direktur Quran Cordoba, Usman El-Qurtuby, menegaskan bahwa transformasi digital ini bukan pergeseran dari mushaf cetak, melainkan perluasan manfaatnya.
"Al-Qur'an merupakan mukjizat terbesar yang senantiasa menginspirasi manusia untuk terus berinovasi dalam mempelajari, memahami, dan mengamalkannya," ujar Usman.
Dalam perjalanannya, Quran Cordoba membangun reputasi melalui mushaf tematik yang merespons kebutuhan spesifik umat — dari Tajwid, Hafalan, Quran Medis, Amal Niaga Bisnis, hingga Mushaf Braille. Kekayaan inovasi cetak itulah yang kini dibawa ke ruang digital, agar jangkauannya tidak lagi dibatasi distribusi fisik.
Melalui aplikasi, interaksi dengan Al-Qur'an menjadi lebih personal dan kontekstual — sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang kian akrab dengan perangkat digital.
Talkshow yang menyertai peluncuran menghadirkan tiga narasumber lintas bidang: Ilham Taufik (Founder Evermos), Usman El-Qurtuby (Quran Cordoba), dan Dr. Nousheen Zakaria (Sidr Productions), dipandu MC Ranty Purnamasari.
Menurut Usman, melalui aplikasi, akses terhadap konten Al-Qur’an dapat lebih dekat dan mudah, tanpa sepenuhnya bergantung pada jangkauan distribusi cetak fisiknya.
Sedangkan Ilham Taufik membuka perspektif bisnis dengan membedakan dua konsep yang sering disamakan.
"Kalau kreatif itu memikirkan hal-hal baru. Inovasi itu melakukan hal-hal baru — sudah dalam bentuk eksekusi," tegas Ilham.
Pandangan ini relevan langsung dengan perjalanan Quran Cordoba: inovasi tidak berhenti pada riset mushaf tematik, tetapi berlanjut ke produk aplikasi yang nyata dan ada di genggaman umat hari ini juga.

Dimensi internasional perjalanan ini disampaikan oleh Dr. Nousheen Zakaria dari Sidr Productions. Ia menyebut pengguna platform Al-Qur'an secara global mencapai sekitar 90 juta dalam satu tahun. Mayoritas di antaranya berada di Indonesia, dengan total 77 juta pengguna aktif.
Angka ini bukan sekadar statistik — ia adalah peta peluang. Namun Nousheen menekankan bahwa keunggulan kompetitif bukan pada kecanggihan fitur semata, melainkan pada kedalaman konten dan relevansinya dengan kehidupan nyata.
Ia mengaku kagum saat pertama kali mengenal variasi mushaf tematik Quran Cordoba. Baginya, pendekatan riset berbasis konteks kehidupan — mulai dari bidang kesehatan, bisnis, pengasuhan anak, hingga kebutuhan harian — adalah aset yang langka dan bernilai tinggi di pasar global.
"Tantangan berikutnya adalah membawa kekayaan inovasi mushaf tematik Indonesia ini ke masyarakat Islam internasional," ungkap Nousheen.
Kolaborasi Cordoba dengan Sidr Productions menjadi jembatan untuk misi tersebut: konten yang selama ini hadir dalam format cetak kini akan mudah diakses umat Islam di seluruh dunia melalui platform digital Quran Cordoba Pro.
Nousheen menilai bahwa kebutuhan terhadap platform digital Al-Qur’an terbuka luas. Pentingnya mengembangkan inovasi produk mengikuti perkembangan teknologi, yang mampu menghadirkan perspektif dan pengalaman belajar yang relevan bagi pengguna.
Lebih lanjut Nousheen menyampaikan, rencana ke depan aplikasi Quran ini:
"The app is made for every reader. It will first be released in English and Indonesian. Our goal over the next year is to make it available in 15 languages, including Turkish, Urdu, Malay, Malayalam, Tamil, French, Spanish, Chinese, and Japanese, inshaallah.” Ujarnya
Peluncuran di ISEF 2026 bukanlah akhir, melainkan titik lompat. Quran Cordoba memandang teknologi sebagai sarana — sementara syiar Al-Qur'an tetap menjadi pusat dari seluruh ikhtiar, yaitu meningkatkan ekosistem baca dan tadabbur Al-Qur'an.
Aplikasi Quran Cordoba dan Quran Cordoba Pro dirancang untuk membangun transformasi ekosistem tersebut yang menghubungkan tiga generasi sekaligus: yang tumbuh bersama mushaf cetak, yang hidup di layar digital, dan generasi yang akan mewarisi keduanya.
Dengan semangat "Inspiring People to Love and Live with Quran", Cordoba mendorong agar Al-Qur'an menjadi bacaan, pemahaman, dan amalan, sampai benar-benar hidup dalam genggaman umat — dihayati maknanya, diresapi pesannya, dan diwujudkan nilai-nilainya. InsyaAllah
.jpg)

.jpeg)
.jpg)