Heri Abu Mahbubi
Dua penerbit Islam, Quran Cordoba dikunjungi Gema Insani Press [GIP] yang berdiri sejak 1986, Silaturahmi untuk menjajaki kolaborasi dan menyamakan visi dakwah literasi. Bertukar pengalaman, diskusi hingga berbagi inspirasi. Yuk baca selengkapnya.
.jpg)
Bandung, 6 Mei 2026 – Sinergi antar-penerbit Islam kembali mendapat momentum positif. Bertempat di Kantor Quran Cordoba, Jalan Sukajadi 215 Bandung, rombongan Penerbit Gema Insani Press (GIP) yang dipimpin langsung oleh CEO Muhammad Nasih Basyaril bersama tim, disambut hangat oleh Presdien Direktur Quran Cordoba, Usman elQurtuby.
Kunjungan silaturahmi ini tidak hanya bersifat kekeluargaan, namun juga menjadi ajang bertukar pikiran mengenai industri penerbitan, peningkatan kualitas produk, mushaf dan buku islam, hingga strategi penguatan literasi digital melalui optimalisasi media sosial, khususnya TikTok.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (6/5), kedua belah pihak membuka ruang diskusi terbuka terkait peluang kerja sama ke depan. GIP memiliki pengalaman 40 tahun di dunia penerbitan buku di Indonesia.
Salah satu fokus utama yang menarik adalah bagaimana masing-masing penerbit dapat saling belajar, termasuk dalam hal scale up konten dan pemasaran melalui platform TikTok, guna menjangkau generasi muda yang semakin akrab dengan ekosistem digital.
Presiden Direktur Quran Cordoba, Usman elQurtuby, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, tanpa terbatas pada label atau skala tertentu.
"Quran Cordoba telah banyak berkolaborasi dengan pihak luar. Kami senang bekerja sama dengan orang-orang hebat dari brand besar dan ternama, seperti Samsung, Iqro, Media Karangkraf, Sidr Production, Global Quran Alliance, dan masih banyak lagi. Pada prinsipnya, kami membuka pintu seluas-luasnya untuk bersilaturahmi, bertukar pikiran, dan membangun sinergi dengan penerbit maupun pihak mana pun yang memiliki visi yang sama, yaitu membumikan literasi Islam di tengah masyarakat. Dengan penerbit mana pun, kita berada dalam satu visi yang sama," ujar Usman.
Lebih lanjut, Usman menambahkan bahwa semangat berbagi menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem literasi yang sehat.
"Kami senang berbagi pengalaman mengenai hal-hal positif. Kita harus memiliki keyakinan, jika senang berbagi hal-hal yang positif, insya Allah kita tidak akan menjadi kurang. Allah justru akan menambahkan sesuatu yang lain. Ini akan membuat orang lain terinspirasi dengan baik. Jika kita ingin maju, kita harus senang berbagi," tegasnya.
Sementara itu, Muhammad Nasih Basyaril dari Gema Insani Press semangat untuk silaturahmi dan senang sambutan hangat dari Quran Cordoba. Ia melihat bahwa silaturahmi ini untuk saling mengenal dan akan sangat bermanfaat bagi penguatan jaringan literasi nasional. Kedepan tantangan dunia literasi tidak mudah. Gema Insani memiliki misi ‘Belajar Islam Lebih Mudah’ dan berdiri sejak 1986.

Kunjungan seperti ini bentuk awal kolaborasi sekaligus belajar bersama. Saling belajar dari kelebihan setiap penerbit, terutama dalam membangun ekosistem digital dan sinergi lintas brand. Semoga ke depan ada ruang nyata untuk bekerja sama, baik dalam bentuk produksi bersama, distribusi, maupun program literasi digital.
Kesepakatan awal yang dihasilkan dari pertemuan ini mencakup komitmen untuk saling mendukung program literasi, peningkatan kapasitas tim di bidang konten digital marketing, serta rencana tindak lanjut kolaborasi yang semoga akan terjadi dalam waktu dekat.
Dengan langkah ini, Quran Cordoba dan GIP optimistis dapat menjadi garda depan kebangkitan literasi Islam dan Mushaf Al-Quran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kunjungan Gema Insani Press ke Quran Cordoba menjadi bukti bahwa dunia penerbitan Islam tidak hanya bertumbuh melalui kompetisi, tetapi juga melalui kolaborasi, persaudaraan, dan semangat bersama dalam mencerdaskan umat melalui literasi Islami yang berkualitas.

.jpg)
.jpeg)
