Heri Abu Mahbubi
Dengan bimbingan guru yaitu Talaqi yang kompeten melalui Metode 5T, setiap detik berinteraksi bersama Al-Qur’an menjadi sebab datangnya rahmat, kesembuhan, dan kemuliaan hidup yang hakiki. Buktikan mudahnya belajar Quran secara lengkap berbasis mushaf Al-Qur'an.

Quran Cordoba - Untuk meraih kemudahan dalam belajar Quran, sesuai janji Allah SWT dalam surah Al-Qamar, kita perlu mengikuti metode sistematis yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW dan paras ahabatnya, istilahnya disebut Talaqi.
Metode Talaqi zaman sekarang dengan berguru langsung, bertemu, bertatap muka dan belajar dari Mushaf yang tersedia lengkap, mudah aksesnya, dan tersebar di masyarakat.
Allah SWT berfirman dalam surah An-Naml,
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar telah diberi Al-Qur'an dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.” (QS. An-Naml, 27: 6)
Ayat tersebut menjelaskan kedudukan dan fungsi Al-Qur’an,tentang pembawa wahyu-Nya yaitu Nabi Muhammad Saw. Dan sesungguhnya engkau wahai Rasul benar-benar telah diberi Al-Qur’an [Talaqi] dari sisi Allah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui atas segala sesuatu.
Belajar langsung dan Talaqi ini perlu di eksplorasi dengan beragam cara T lainnya. Metode ini sebut saja istilahnya kini singkatan 5T, diantaranya:
Metode dan Penjelasannyayaitu, Tahsin, Tahfiz, Tafsir, Tatbiq, dan Tabligh.
Tahsin:
Perbaikan bacaan agar sesuai dengan tajwid dan makharijul huruf yang benar. Ini adalah fondasi utama agar tidak terjadi kesalahan baca dan maknanya. Contoh Mushafnya ada At-Tartil, QRQ Quantum Reading Quran, juga Al-Mushawwir kode tajwid praktis sesuai kebutuhan pembelajarnya.
Tahfiz:
Proses menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an ke dalam ingatan. Menjadikan Al-Qur'an melekat dalam jiwa sebagai pengulangan di memori jangka panjang. Ada yang untuk pemula, pelajar, juga murajaah atau tingkat lanjut. Mushafnya banyak ragamnya sesuai kemampuan menghafalnya, ada Al-Hafiz, Al-Hufaz, Al-Mutqin, Itqan dan lainnya.
Tafsir:
Mendalami kandungan makna dan mempelajari ilmu yang terkandung di dalam setiap ayat. Ini adalah proses Tadabbur dengan faham ayat dengan hati juga "mengisi otak" dengan panduan kalam-Nya. Tematik mushaf menjadi berkembang sesuai kontennya. Ada Mushaf amal niaga, tadabur dan amal, sampai Quran medis berisi panduan kesehatan.
Tatbiq:
Pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an secara nyata dalam kehidupan sehari-hari (Fattabi'uhu). Mengikuti petunjuknya. Mengubah ilmu menjadi amal nyata. Dari tilawah, faham, sampai amal perlu proses dan bertahap, seperti Mushaf doa dan zikir, terus berkelanjutan,istiqamah sampai akhir hayat.
Tabligh:
Mendakwahkan dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur'an kepada orang lain agar keberkahannya meluas ke masyarakat. Perlu komunitas, lingkungan, mitra program yang mendukung, maka Mushaf tema dakwah atau syiar Islam lebih spesifik juga hadir.
Seperti Mushaf Jariyah untuk wakaf, berbagi Quran sedekah ke pelosok sangat dibutuhkan, atau Mushaf Al-Kabir dengan khat yang besar bisa membantu salat Tahajud di masjid-masjid.
Mengutip dari kajian tajwid bersanad, menjelaskan bahwa tiga T pertama (Tahsin, Tahfiz, Tafsir) adalah fase pengumpulan Ilmu, sedangkan dua T terakhir (Tatbiq dan Tabligh) adalah fase Amal.
Seseorang belum dikatakan benar-benar berinteraksi dengan Al-Qur'an secara utuh jika ia hanya berhenti pada teori ilmunya saja tanpa pengamalan dan dakwah.
Metode belajar Quran harus komprehensif dan memiliki tujuan mulia. Banyak yang berubah orientasi saat khataman Quran, bahwa tilawah Al-Qur’an bukanlah ajang "balapan liar" untuk sekadar cepat khatam.
Membaca dengan tergesa-gesa tanpa memperhatikan kaidah justru berisiko menjadi beban. Maka tahap pertama dalam interaksi dengan Quran harus benar, belajarnya bertahap,membacanya perlahan-lahan. Berikut adalah panduan teknisnya:
Gunakan kecepatan yang sesuai dengan kemampuan dan kelancaran membaca sesuai kaidah tajwid. Terdapat tiga tingkatannya:
Kesalahan membaca satu huruf atau satu tanda baca harakat bisa mengubah maknanya secara drastis.Contoh:
Jangan berhenti secara sembarangan hanya karena napas habis atau karena mencapai akhir halaman. Akhir halaman atau bahkan akhir juz bukanlah patokan berhenti yang ideal karena seringkali maknanya masih bersambung ke halaman berikutnya. Gunakan tanda di Mushaf Waqaf Ibtida sebagai panduan berhenti yang sesuai dengan memulainya.
Bagi masyarakat Indonesia yang belum mahir, sangat disarankan menggunakan Mushaf Standar Indonesia. Mengapa?
Karena mushaf ini lebih banyak tanda bantu harakat seperti Hamzah Wasal (tanda mulai) dan Nun Wiqayah (nun kecil di bawah ayat) yang memudahkan pembaca menghindari kesalahan teknis, tentu Mushaf standar Madinah juga sangat tepat bagi pembelajar lanjut yang lebih minimalis tanda bacanya.
Baca Juga: Makna di Balik Mulai dan Henti: Memahami Waqaf Ibtida dalam Al-Quran
Dalam bait As Samannudiyah tentang Bab Tajwid, untuk motivasi penting dihayati!
Definisi tajwid (adalah) memberikan setiap huruf haq dan mustahaq-nya(yang) berupa sifat dan hukum (yang terkait) dan (tak lupa haris) mengembalikan(setiap huruf) ke asalnya.
(cara mengucapkan) lafaz (Al Qur’an) satu dengan lainnya (harus) sama(cara pengucapannya)
(kaidah adaa’ qurani ini) tidak boleh Takalluf dan Ta’assuf Ketika mengucapkan (kalimat Al Qur’an) namun (harus) dengan mudah dan lembut.
Menggapai kemudahan belajar Al-Qur’an perlu kesungguhan, tidak harus menjadi beban yang berat. Mulailah dengan langkah sederhana: alokasikan waktu 15 hingga 30 menit setiap hari untuk tilawah secara perlahan (tahqiq) dan mentadabburi maknanya.
Jangan jadikan Al-Qur'an sekadar aktivitas tambahan, melainkan jadikan ia prioritas sebagai kebutuhan utama. Menjadi pengarusutamaan dalam program hidup.
Jika Anda merasa kesulitan dalam memperbaiki bacaan secara mandiri, segeralah bergabung, belajar dengan majelis ilmu, rumah Qur'an, atau komunitas tahsin. Miliki Mushaf yang membantu proses belajarnya.
Dengan bimbingan guru yang kompeten melalui Metode 5T, setiap detik yang Anda habiskan bersama Al-Qur’an akan menjadi magnet bagi datangnya rahmat, kesuksesan, dan kemuliaan hidup yang hakiki.
Mari kita utamakan diri dengan kalam-Nya, berikhtiar belajar, dan serahkan kepada Allah yang mengatur seluruh urusan kita. InsyaAllah


.jpeg)