Artikel

Kajian Isra Miraj dan Keajaibannya Berdasarkan Al-Quran dan Hadis

Heri Mahbub

December 29, 2025

Keajaiban Isra Miraj mengajarkan pentingnya shalat, keimanan kepada hal ghaib, dan penghormatan terhadap tempat-tempat suci, Masjidil Aqsa. Semoga peristiwa ini memperkuat keimanan kita dan menjadikan shalat sebagai pilar utama ibadah.

Isra Miraj dan Keajaibannya dalam Al-Quran

Quran Cordoba - Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diabadikan dalam Al-Quran dan diperkuat oleh berbagai hadis Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi landasan bagi sejumlah ajaran Islam, terutama shalat lima waktu.

Mukjizat Isra Miraj menjadi peristiwa yang melampaui logika manusia dan menjadi bukti nyata kekuasaan Allah SWT. Keajaiban ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa percaya pada hal-hal yang berada di luar kemampuan akal, memperkuat iman, dan menjadikan shalat sebagai inti ibadah.

Peristiwa ini adalah pengingat abadi bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan kebesaran-Nya melampaui segala batasan yang dimiliki manusia.

Berikut adalah kajian mengenai Isra Miraj berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis shahih.

Keajaiban Isra Miraj dalam Al-Quran

  1. Surah Al-Isra Ayat 1 (Isra)
    Allah SWT berfirman:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

"Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1)

Ayat ini menjadi bukti bahwa keajaiban di masa itu, perjalanan Isra terjadi dengan kehendak Allah SWT. Perjalanan ini dimaksudkan untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus mempertegas posisi Masjidil Aqsa sebagai tempat suci bagi umat Islam.

  1. Surah An-Najm Ayat 13-18 (Miraj)

وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ

"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى

Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." (QS. An-Najm: 13-18)

Ayat ini mengisahkan perjalanan Miraj Nabi Muhammad SAW hingga Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak dapat dicapai oleh makhluk lainnya. Di sana, beliau menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah, termasuk surga yang dijanjikan kepada orang-orang beriman.

Isra Miraj dalam Hadis

  • Hadis Sahih Riwayat Bukhari
    Dalam hadis panjang yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW menceritakan detail peristiwa Isra Miraj. Beliau menceritakan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke langit hingga Sidratul Muntaha.

Di setiap langit, beliau bertemu dengan para nabi seperti Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Musa, hingga Nabi Ibrahim.

Pada hadis ini juga dijelaskan bahwa shalat lima waktu ditetapkan sebagai kewajiban umat Islam setelah dialog antara Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Musa AS. Awalnya, shalat diwajibkan sebanyak 50 kali sehari, namun dikurangi menjadi 5 kali dengan tetap memperoleh pahala 50 kali shalat.

  • Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad
    Nabi Muhammad SAW bersabda:


ثُمَّ أُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ، يُقَالُ لَهُ: الْبُرَاقُ، فَوْقَ الْحِمَارِ، وَدُونَ الْبَغْلِ، يَقَعُ خَطْوُهُ عِنْدَ أَقْصَى طَرْفِهِ، فَحُمِلْتُ عَلَيْه

Artinya: "Kemudian dibawakan kepadaku seekor hewan tunggangan putih, namanya Buraq. Lebih tinggi dari pada keledai dan lebih pendek dari bighal. Satu langkah kakinya di ujung pandangannya. Lalu aku dinaikkan di atasnya. (HR. Ahmad, Muslim).

 

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ، وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ، وَدُونَ الْبَغْلِ، يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Aku didatangi (Jibril) bersama Buraq, ia adalah hewan tunggangan yang berwarna putih, (ukurannya) lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal (keledai), ia menaruh kukunya di ujung (tempat) yang ia lihat.” (HR. Muslim)

 

Hadis ini menjelaskan keberadaan Buraq sebagai kendaraan supranatural yang membawa Nabi Muhammad SAW selama perjalanan Isra. Kendaraan ini menjadi simbol kecepatan dan kekuasaan Allah yang tak terbatas.

Makna Spiritualitas dari Isra Miraj

  1. Shalat sebagai Inti Ibadah
    Perintah shalat yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan seorang Muslim. Shalat adalah hubungan langsung antara hamba dengan Allah SWT, sebagaimana dialog antara Nabi dan Tuhannya dalam Miraj.
  2. Keimanan kepada Hal Ghaib
    Perjalanan Isra Miraj menguji keimanan umat Islam. Mereka yang percaya pada peristiwa ini menunjukkan keimanan kepada hal ghaib, yang menjadi salah satu ciri orang bertakwa sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 3.
  3. Kedudukan Masjidil Aqsa
    Dalam Isra, Masjidil Aqsa menjadi tujuan perjalanan Nabi Muhammad SAW sebelum naik ke langit. Hal ini menegaskan pentingnya Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam dan simbol persatuan kaum Muslimin.

Baca Juga: Kisah Isra Miraj: Perjalanan Agung dan Hikmahnya dalam Kehidupan

Isra Miraj adalah peristiwa yang diabadikan dalam Al-Quran dan dijelaskan secara rinci dalam hadis-hadis sahih. Ia bukan hanya mukjizat, tetapi juga pelajaran spiritual yang mendalam bagi umat Islam.

Peristiwa ini mengajarkan pentingnya shalat, keimanan kepada hal ghaib, dan penghormatan terhadap tempat-tempat suci. Semoga kajian ini dapat memperkuat keimanan kita dan menjadikan shalat sebagai pilar utama dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu'alam

Baca Juga: Bulan Rajab: Keutamaan, Kisah Bersejarah, dan Spiritualitas yang Mendalam

Baca Juga

Penetapan Awal Ramadan dan Idul Fitri: Metode Hisab dan Rukyat serta Pentingnya Keputusan Ulil Amri

Heri Mahbub
February 10, 2026
Bagaimana cara menetapkan awal Ramadan dan Idul Fitri? Simak penjelasan lengkap tentang kewajiban puasa, metode hisab dan rukyat, dalil Al-Qur’an dan hadis, serta pentingnya keputusan pemerintah demi menjaga persatuan umat.
Selengkapnya

Rahasia Sukses Ramadan: Sembuhkan Hati, Kendalikan Emosi, Raih Takwa di Bulan Suci

Heri Mahbub
February 2, 2026
Mari persiapkan diri, sukses Ramadan dengan tekad baru: menjaga emosi, menjadi hamba yang tidak mudah marah, mampu menyalurkan setiap energi emosional ke dalam ketaatan. Mulai dari sembuhkan hati, raih Taqwa di bulan suci. Aamiin
Selengkapnya
Official Store
tokopedia-cordoba
Follow Us
Kantor Pusat
Jl. Sukajadi no. 215 Gegerkalong, Kec. Sukasari, Kota Bandung,
‍Tlp : (022) 2008 776
Kantor Pemasaran Jakarta
Jalan Raya Kodau Kavling P&k No.174 Jatimekar - Jatiasih Bekasi 17422
Tlp : (021) 84981836
Kantor Pemasaran Surabaya
Jl. Ketintang Madya II No. 5, Kel. Karah , Kec Jambangan Kota Surabaya - Jawa Timur 60232
WA : +62 852-1719-4370
qurancordoba.com - Copyright 2021