Heri Mahbub
Keajaiban Isra Miraj mengajarkan pentingnya shalat, keimanan kepada hal ghaib, dan penghormatan terhadap tempat-tempat suci, Masjidil Aqsa. Semoga peristiwa ini memperkuat keimanan kita dan menjadikan shalat sebagai pilar utama ibadah.

Quran Cordoba - Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diabadikan dalam Al-Quran dan diperkuat oleh berbagai hadis Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi landasan bagi sejumlah ajaran Islam, terutama shalat lima waktu.
Mukjizat Isra Miraj menjadi peristiwa yang melampaui logika manusia dan menjadi bukti nyata kekuasaan Allah SWT. Keajaiban ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa percaya pada hal-hal yang berada di luar kemampuan akal, memperkuat iman, dan menjadikan shalat sebagai inti ibadah.
Peristiwa ini adalah pengingat abadi bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan kebesaran-Nya melampaui segala batasan yang dimiliki manusia.
Berikut adalah kajian mengenai Isra Miraj berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis shahih.
"Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1)
Ayat ini menjadi bukti bahwa keajaiban di masa itu, perjalanan Isra terjadi dengan kehendak Allah SWT. Perjalanan ini dimaksudkan untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus mempertegas posisi Masjidil Aqsa sebagai tempat suci bagi umat Islam.
"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." (QS. An-Najm: 13-18)
Ayat ini mengisahkan perjalanan Miraj Nabi Muhammad SAW hingga Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak dapat dicapai oleh makhluk lainnya. Di sana, beliau menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah, termasuk surga yang dijanjikan kepada orang-orang beriman.
Di setiap langit, beliau bertemu dengan para nabi seperti Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Musa, hingga Nabi Ibrahim.
Pada hadis ini juga dijelaskan bahwa shalat lima waktu ditetapkan sebagai kewajiban umat Islam setelah dialog antara Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Musa AS. Awalnya, shalat diwajibkan sebanyak 50 kali sehari, namun dikurangi menjadi 5 kali dengan tetap memperoleh pahala 50 kali shalat.
Artinya: "Kemudian dibawakan kepadaku seekor hewan tunggangan putih, namanya Buraq. Lebih tinggi dari pada keledai dan lebih pendek dari bighal. Satu langkah kakinya di ujung pandangannya. Lalu aku dinaikkan di atasnya. (HR. Ahmad, Muslim).
Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Aku didatangi (Jibril) bersama Buraq, ia adalah hewan tunggangan yang berwarna putih, (ukurannya) lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal (keledai), ia menaruh kukunya di ujung (tempat) yang ia lihat.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjelaskan keberadaan Buraq sebagai kendaraan supranatural yang membawa Nabi Muhammad SAW selama perjalanan Isra. Kendaraan ini menjadi simbol kecepatan dan kekuasaan Allah yang tak terbatas.
Baca Juga: Kisah Isra Miraj: Perjalanan Agung dan Hikmahnya dalam Kehidupan
Isra Miraj adalah peristiwa yang diabadikan dalam Al-Quran dan dijelaskan secara rinci dalam hadis-hadis sahih. Ia bukan hanya mukjizat, tetapi juga pelajaran spiritual yang mendalam bagi umat Islam.
Peristiwa ini mengajarkan pentingnya shalat, keimanan kepada hal ghaib, dan penghormatan terhadap tempat-tempat suci. Semoga kajian ini dapat memperkuat keimanan kita dan menjadikan shalat sebagai pilar utama dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu'alam
Baca Juga: Bulan Rajab: Keutamaan, Kisah Bersejarah, dan Spiritualitas yang Mendalam

