Artikel

Kenapa Orang Mati Ingin Bersedekah: Inilah 3 Penyesalan Manusia di Akhirat dalam Al-Qur’an

Heri Mahbub

November 21, 2025

Orang mati ingin hidup kembali untuk bersedekah karena ia amal yang pahalanya terus mengalir, menjadi jariyah yang bermanfaat di akhirat, dapat menghapuskan dosa, menjadi pelindung dari siksa neraka, dan dapat menghapus murka Allah. Pelajari penyesalan manusia nanti di akhirat dalam Al-Qur'an.

Penyesalan manusia di akhirat dalam Quran

Quran Cordoba - Setiap insan pasti pernah mengalami penyesalan dalam hidupnya. Ketika di dunia rasa sesal itu bermanfaat, tetapi ketika di akhirat tidak ada gunanya. Penyesalan saat ini, bahkan menjadi syarat untuk tobat yang diterima.

Penyesalan itu selalu di akhir, kalau di awal namanya pendaftaran. Maka, kematian itu akan mendatangkan penyesalan bagi seluruh manusia, berkaitan dengan kehidupannya di dunia.

Allah SWT. berfirman dalam surat Al-Qiyamah ayat 2-3:

وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗ ۗ

dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri). Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya?”

Al-Qur’an menjelaskan tiga bentuk penyesalan ketika mati, semua manusia akan mengalaminya ketika di akhirat, yaitu:

1.  Mengabaikan Perintah Allah

Al-Qur’an surat al-Fajr ayat 24, dan Al-Ahzab 66 dengan jelas menggambarkan ucapan orang yang menyesal karena abai dan lalai untuk mentaati perintah-Nya.

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ

24.  Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.”

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَنَآ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا۠

66.  Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”

 

Sebelum terlambat, ayat tersebut mengingatkan kita untuk semangat beribadah. Memiliki kesadaran untuk taat pada perintah Allah. Masa kini adalah kesempatan untuk beramal, berbuat baik, sedekah dan lainnya.

Hidup di dunia ini sementara, waktunya melakukan amal saleh yang terbaik, setelah kematian, yang ada kehidupan sebenarnya di abadi di akhirat. Jangan ada penyesalan yang berat.

 

2. Menyia-nyiakan Waktu untuk Bertobat

Rasulullah ṣallāallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmiżi)

Hadis ini menggambarkan bagaimana kesalahan (dosa) merupakan perkara yang tidak terlepas dari diri manusia. Akan tetapi, Allah Ta’ala memberikan solusi dan jalan keluar bagi hamba-Nya yang berbuat kesalahan, yaitu bertaubat dan memohon ampunan kepada-Nya.

Dalam sebuah Hadis Qudsi, Allah Ta’ala berfirman,

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَناَ أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعاً، فَاسْتَغْفِرُوْنِي أَغْفِرْ لَكُمْ

 “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari, padahal Aku Maha mengampuni dosa semuanya. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni kalian.” (HR. Muslim)

Ini juga ayat tentang ucapan penyesalan, terlambat bertobat ketika sudah di akhirat. Firman Allah dalam surat Al-Mu’inun  ayat 99-100.

حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ۙ لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّاۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ

99.  (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia),

100.  agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.”Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja.

 

3. Menunda-nunda Sedekah dan Amal Saleh

Ketika manusia mati, ingatlah amal apa yang paling ingin dilakukan jika diberi kesempatan kembali ke dunia, jawabnya adalah bersedekah. Kenapa sedekah? Bukan amal ibadah lainnya?

Dalam surat Al-Munafiqun ayat 10, Allah berfirman,

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

10.  Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”

                      

Orang mati ingin hidup kembali untuk bersedekah karena sedekah adalah amal yang pahalanya terus mengalir, menjadi jariyah yang bermanfaat di akhirat, dapat menghapuskan dosa, menjadi pelindung dari siksa neraka, dan dapat menghapus murka Allah. 

Mereka tidak meminta untuk melakukan ibadah lain seperti salat atau puasa, melainkan ingin menukar semua harta mereka untuk sedekah agar mendapatkan banyak manfaat dan keringanan di akhirat. 

 Manfaat sedekah dan wakaf bagi yang sudah meninggal

·         Meredakan siksa kubur: Sedekah dapat memadamkan panas dan siksa kubur bagi pelakunya. 

·         Menjadi pelindung di hari kiamat: Pahala sedekah akan menaungi pelakunya di hari kiamat dan melindunginya dari adzab neraka. 

·         Menghapus dosa: Sedekah memiliki kemampuan untuk menghapus dosa dan kejahatan. 

·         Menolak musibah dan murka Allah: Sedekah dapat memadamkan murka Allah, menolak bala, dan mencegah dari kematian yang buruk (su'ul khotimah). 

·         Pahala yang terus mengalir: Sedekah, seperti wakaf atau membangun masjid, akan terus menghasilkan pahala bahkan setelah kematian.

 

Mengapa hanya sedekah atau wakaf yang diminta?

·         Orang yang sudah meninggal telah melihat secara langsung besarnya ganjaran sedekah di akhirat, sehingga mereka menyesal tidak melakukan lebih banyak saat di dunia. 

·         Mereka ingin menghabiskan seluruh harta mereka di jalan Allah dengan bersedekah untuk mendapatkan keuntungan maksimal di akhirat. 

·         Mereka menyadari bahwa sedekah atau wakaf, tidak seperti amal ibadah lainnya, terus memberikan manfaat dan pahala tanpa henti.

Sedekah Al-Qur'an

Wallahualam

Baca Juga

Penetapan Awal Ramadan dan Idul Fitri: Metode Hisab dan Rukyat serta Pentingnya Keputusan Ulil Amri

Heri Mahbub
February 10, 2026
Bagaimana cara menetapkan awal Ramadan dan Idul Fitri? Simak penjelasan lengkap tentang kewajiban puasa, metode hisab dan rukyat, dalil Al-Qur’an dan hadis, serta pentingnya keputusan pemerintah demi menjaga persatuan umat.
Selengkapnya

Rahasia Sukses Ramadan: Sembuhkan Hati, Kendalikan Emosi, Raih Takwa di Bulan Suci

Heri Mahbub
February 2, 2026
Mari persiapkan diri, sukses Ramadan dengan tekad baru: menjaga emosi, menjadi hamba yang tidak mudah marah, mampu menyalurkan setiap energi emosional ke dalam ketaatan. Mulai dari sembuhkan hati, raih Taqwa di bulan suci. Aamiin
Selengkapnya
Official Store
tokopedia-cordoba
Follow Us
Kantor Pusat
Jl. Sukajadi no. 215 Gegerkalong, Kec. Sukasari, Kota Bandung,
‍Tlp : (022) 2008 776
Kantor Pemasaran Jakarta
Jalan Raya Kodau Kavling P&k No.174 Jatimekar - Jatiasih Bekasi 17422
Tlp : (021) 84981836
Kantor Pemasaran Surabaya
Jl. Ketintang Madya II No. 5, Kel. Karah , Kec Jambangan Kota Surabaya - Jawa Timur 60232
WA : +62 852-1719-4370
qurancordoba.com - Copyright 2021