Heri Abu Mahbubi
Direktur Wakaf dan CSR BMM Muamalat Galeh Pujonegoro berkunjung ke kantor Quran Cordoba, Juli 2026. Pertemuan ini membuka peluang kolaborasi dakwah Al-Quran inklusif — dari mushaf Braille hingga program solidaritas Palestina dan qurban pelosok negeri
.jpeg)
BANDUNG, 16 Juli 2026 — Sebuah pertemuan silaturahim yang sederhana, namun besar dalam makna, berlangsung di kantor Quran Cordoba, Bandung, Kamis siang hari.
Direktur Wakaf dan CSR Baitulmaal Muamalat (BMM) Pusat dan Jawa Barat, Galeh Pujonegoro, hadir langsung untuk menjajaki peluang kolaborasi dakwah Al-Quran yang menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat — dari dakwah inklusif untuk penyandang disabilitas hingga sudut-sudut terpencil Nusantara yang belum tersentuh cahaya mushaf.
Dalam kunjungan yang berlangsung hangat dan produktif ini, kedua pihak menyepakati bahwa dakwah Al-Quran yang bermakna tidak cukup hanya berhenti pada distribusi mushaf. Dibutuhkan pendekatan yang tepat sasaran — mushaf yang sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap penerima manfaat.
Quran Cordoba hadir dengan solusi tersebut. Portofolio produk berkarakter mencakup berbagai mushaf tematik yang dirancang untuk segmen berbeda.
Ada Quran Medis untuk tenaga kesehatan dan pasien, Quran Hafalan untuk penghafal Al-Quran, Quran Bisnis Amal Niaga untuk pelaku bisnis usaha Muslim, serta berbagai varian tematik lainnya yang masing-masing dihadirkan dengan pendekatan kontekstual dan keilmuan yang mendalam.
"Setiap mushaf yang kami hadirkan bukan sekadar kitab suci yang dicetak ulang. Ia adalah jembatan ilmu antara firman Allah dan konteks kehidupan sesuai kebutuhan pembacanya," ujar Direktur Cordoba yang sering diulang setiap pertemuan.
Satu titik yang menjadi fokus utama diskusi adalah komitmen bersama terhadap pendidikan Al-Quran inklusif — sebuah ruang yang selama ini masih minim perhatian.
Quran Cordoba memiliki dua produk yang secara langsung menjawab kebutuhan ini: Mushaf Isyarat untuk komunitas tunarungu, serta Mushaf Al-Quran Braille untuk sahabat tunanetra. Keduanya bukan sekadar produk adaptasi, melainkan hasil riset dan pengembangan yang serius agar setiap huruf dan makna Al-Quran dapat dirasakan oleh siapa pun — tanpa terkecuali.
BMM Muamalat melihat peluang besar di sini. Program wakaf produktif yang selama ini dikelola BMM dapat menjadi kanal pendanaan yang berkelanjutan untuk memastikan mushaf-mushaf inklusif ini sampai ke tangan para penyandang disabilitas di seluruh Indonesia — termasuk di daerah-daerah yang selama ini luput dari jangkauan program sosial konvensional.
Galeh Pujonegoro turut menyampaikan dua agenda strategis BMM yang membuka pintu kolaborasi lebih luas.
Pertama, BMM membuka peluang sinergi untuk program dukungan Palestina — sebuah bentuk solidaritas kemanusiaan yang juga menjadi perhatian Quran Cordoba. Doa dan bantuan kemanusiaan sebagai bagian ruh spiritual dan pendidikan bagi saudara-saudara di Gaza Palestina.
Kedua, BMM tengah mengembangkan program qurban ke pelosok negeri dengan inovasi kemasan daging siap makan — sebuah solusi logistik yang memungkinkan daging qurban menjangkau wilayah terpencil tanpa khawatir kerusakan selama proses distribusi.
Kolaborasi dengan Quran Cordoba membuka sinergi distribusi mushaf dalam paket program qurban ini, sehingga setiap penerima manfaat tidak hanya mendapatkan asupan fisik, tetapi juga asupan ruhani.

Mewakili Quran Cordoba, Budi Ramdani memaparkan berbagai program yang siap disinergikan dalam ekosistem kemitraan ini.
Quran Untuk Negeri (QUN) menjadi program unggulan yang berpotensi menjadi wahana utama kolaborasi — sebuah gerakan pengiriman mushaf ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang selama ini telah berjalan namun akan semakin diperkuat dengan dukungan jaringan dan pendanaan wakaf BMM Muamalat.
Program Sehatkan Indonesia membuka jalan bagi distribusi Quran Medis ke rumah sakit, puskesmas, dan komunitas kesehatan di seluruh nusantara. Sementara ODOC (One Day One Colour) — program hafalan Al-Quran harian — menjadi dorongan literasi melalui platform digital Quran dan komunitas wakif BMM yang tersebar luas.
"Banyak program yang kami miliki sebenarnya sudah berjalan dan terbukti berdampak. Yang kami butuhkan adalah kolaborasi dakwah yang lebih kuat — dan BMM adalah mitra yang tepat untuk itu," tutur Budi Ramdani.
Inspirasi dari Galeh Pujonegoro pernah menyampaikan sebuah refleksi yang menjadi landasan filosofis untuk diskusi.
Bagi Galeh, wakaf bukan sekadar instrumen filantropi. Ia adalah sebuah ekosistem kebaikan yang hidup — di mana seorang wakif tidak hanya menitipkan hartanya untuk kepentingan sosial, tetapi juga menanam pahala jariyah yang terus mengalir bahkan setelah ia tiada.
Sementara di sisi lain, mauquf alaih — mereka yang menjadi penerima manfaat — mendapatkan kebaikan yang berkelanjutan dan transformatif dalam jangka panjang.
"Wakaf yang baik adalah wakaf yang produktif — yang tidak hanya dirasakan manfaatnya hari ini, tetapi terus tumbuh dan berbuah untuk generasi berikutnya," ungkapnya.
Kunjungan ini menjadi awal dari sebuah peta jalan kolaborasi yang akan terus dimatangkan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya.
Harapannya, literasi wakaf semakin tersebar luas di tengah masyarakat, dan berbagai program wakaf produktif yang lahir dari kemitraan ini mampu menghadirkan perubahan nyata — dari Sabang sampai Merauke, dari mushaf Braille hingga Palestina. InsyaAllah

Informasi lebih lanjut mengenai program kemitraan dan kolaborasi:
Quran Cordoba | www.qurancordoba.com
BMM Muamalat | https://bmm.or.id/
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)