Heri Abu Mahbubi
Bapak Marketing Indonesia, Hermawan Kartajaya berkunjung ke Quran Cordoba dan mengapresiasi metode diferensiasi dalam pemasaran serta motto “Inspiring People to Love and Live with Quran” dalam diskusi hangat dan menginspirasi.
![Hermawan Kerajaya [Tengah] berfoto bersama pimpinan Quran Cordoba](https://cdn.prod.website-files.com/65af5f0812c914d3fef6a68c/6a8824f7b3ed3823b0cf9882_Hermawan%20Kertajaya%20ke%20quran%20cordoba%20(1)%20(1).jpg)
Bandung, 21 Agustus 2026 — Suasana Jumat pagi di kantor Quran Cordoba, Bandung, terasa berbeda ketika salah satu tokoh pemasaran Indonesia bahkan Internasional, Hermawan Kartajaya, berkunjung dan berdiskusi langsung dengan jajaran pimpinan Quran Cordoba.
Kunjungan singkat tersebut menjadi momentum istimewa bagi penerbit Quran Cordoba. Bukan sekadar silaturahmi, pertemuan ini berkembang menjadi obrolan hangat mengenai marketing, branding, diferensiasi, nilai perusahaan, hingga bagaimana sebuah brand dapat menghadirkan makna yang lebih dalam bagi masyarakat.
Salah satu hal yang menarik perhatian Hermawan Kartajaya adalah motto yang diusung Quran Cordoba:
“Inspiring People to Love and Live with Quran.”
Menginspirasi umat untuk mencintai dan hidup bersama Al-Qur’an.
Tagline tersebut dinilai merepresentasikan diferensiasi Quran Cordoba sebagai penerbit Al-Qur’an yang tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga membawa misi untuk mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an melalui berbagai inovasi dan pendekatan yang relevan.
Dalam dunia pemasaran, diferensiasi menjadi salah satu aspek penting untuk membangun posisi sebuah brand. Hermawan Kartajaya dalam buku-buknya dikenal luas melalui pemikirannya mengenai strategi Positioning-Differentiation-Branding (PDB).
Menurut konsep pemasaran yang dikembangkan Hermawan, diferensiasi dapat dibangun melalui tiga elemen utama, yaitu content, context, dan infrastructure. Konsep tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam melihat bagaimana sebuah perusahaan menciptakan penawaran yang berbeda sekaligus bernilai.
Hermawan Kartajaya yang lahir di Surabaya pada 18 November 1947 mendirikan MarkPlus pada 1 Mei 1990 terus berkembang menjadi salah satu institusi pemasaran terkemuka di Indonesia. Pada 2003, Hermawan masuk dalam daftar “Fifty Gurus Who Have Shaped the Future of Marketing” yang diberikan oleh The Chartered Institute of Marketing UK.
Dalam konteks Quran Cordoba, diferensiasi tersebut dapat dilihat dari upaya menghadirkan berbagai produk Al-Qur’an tematik dan edukatif yang memiliki karakter masing-masing, mulai dari Quran Medis, Quran Niaga Bisnis, Mushaf Tadabur, terbaru Mushaf Quranic Law of Attraction, hingga produk Al-Qur’an untuk kebutuhan inklusi.
Kehadiran berbagai produk tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an dapat dihadirkan dengan pendekatan yang beragam tanpa meninggalkan substansi utamanya sebagai pedoman kehidupan.
Kunjungan Hermawan Kartajaya juga menjadi refleksi bahwa branding Quran Cordoba tidak berhenti pada bagaimana sebuah produk dikenali masyarakat.
Lebih jauh, Quran Cordoba berupaya membangun identitas sebagai penerbit yang membawa gerakan mencintai dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Secara universal untuk seluruh segmen bahkan semua umat.
Hal tersebut tercermin dalam motto “Inspiring People to Love and Live with Quran.”
Kata inspiring menjadi bagian penting dari identitas tersebut. Quran Cordoba tidak hanya ingin masyarakat memiliki mushaf, tetapi juga terinspirasi untuk membaca, memahami, mengamalkan, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan.
Inilah yang kemudian menjadi ruang diferensiasi Quran Cordoba di tengah perkembangan industri penerbitan Al-Qur’an yang semakin dinamis.
Jika melihat tiga dimensi diferensiasi dari Hermawan Kartajaya, content berkaitan dengan apa yang ditawarkan kepada masyarakat.
Quran Cordoba berupaya menerjemahkan nilai tersebut melalui pengembangan produk-produk Al-Qur’an dengan tema konten yang beragam.
Salah satunya adalah Quran Medis, yang menghubungkan pembahasan kesehatan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis serta referensi pengetahuan modern. Ada pula Quran Niaga yang mengangkat nilai-nilai Al-Qur’an dalam konteks bisnis, serta berbagai mushaf tematik lainnya.
Karena tidak semua muslim mampu membaca apalagi menghafalnya, sehingga Al-Qur’an tidak hanya hadir sebagai teks bacaan, tetapi juga sebagai sumber inspirasi yang dapat didekati dari berbagai sisi kehidupan.
Diferensiasi berikutnya adalah context, yakni bagaimana nilai tersebut ditawarkan dan dihadirkan kepada masyarakat. Cordoba dikenal meraih penghargaan penerbit Quran inovatif juga terkreatif.
Gerakan Quran Hour memberi bukti dan pengalaman yang lebih dekat dengan pembaca melalui berbagai program edukasi, kampanye Al-Qur’an, kegiatan sosial, kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan komunitas, hingga pemanfaatan kanal digital.
Pendekatan ini sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin membutuhkan informasi dan edukasi melalui berbagai medium.
Al-Qur’an tetap menjadi sumber utama, tetapi cara masyarakat berinteraksi dengan Al-Qur’an dapat berkembang mengikuti zaman.
Sementara itu, infrastructure merupakan faktor pendukung yang memungkinkan sebuah brand menghadirkan nilai secara konsisten.
Dalam konteks Quran Cordoba, hal tersebut mencakup pengembangan produk, teknologi, sumber daya manusia, jaringan distribusi, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta keterlibatan konsultan dan ahli dari beragam bidang.
Pendekatan multidisiplin menjadi penting ketika sebuah penerbit ingin menghadirkan produk Al-Qur’an yang memiliki karakter khusus dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, diferensiasi bukan hanya persoalan membuat produk yang berbeda. Diferensiasi membutuhkan ekosistem yang mampu memastikan nilai tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat.
Kunjungan Hermawan Kartajaya berlangsung dalam suasana santai dan cair. Jajaran direktur Quran Cordoba menyambut langsung kedatangan tokoh pemasaran hebat tersebut.
Pertemuan ini juga bukan merupakan perjumpaan pertama antara Hermawan dan keluarga besar Quran Cordoba. Sebelumnya, Hermawan pernah bertemu dengan Direktur Sales dan Marketing Quran Cordoba, Bunda Ary Indriani, dalam sebuah agenda MarkPlus.
Saat itu Cordoba mencatat prestasi gemilang di IEMF 2026 dengan meraih Do Good Marketing Award.
Pertemuan di kantor Quran Cordoba kemudian menjadi kesempatan untuk melanjutkan silaturahmi sekaligus bertukar perspektif mengenai perkembangan bisnis, branding, dan masa depan perusahaan ke depan.
Bagi Quran Cordoba, kehadiran Hermawan menjadi kesempatan berharga untuk melihat kembali perjalanan brand dari perspektif yang lebih luas.
Sebab, membangun sebuah brand tidak cukup hanya dengan dikenal. Brand perlu memiliki makna, karakter, diferensiasi, serta nilai yang konsisten.
Berita Terkait: Quran Cordoba Raih Do Good Marketing Award di IEMF 2026
Pemikiran Hermawan Kartajaya selama ini juga menempatkan marketing dalam ruang yang lebih luas daripada sekadar aktivitas penjualan.
MarkPlus menjelaskan marketing sebagai strategi untuk memenangkan persaingan, sementara Hermawan dikenal sebagai pemikir yang mengembangkan berbagai konsep pemasaran modern yang relevan dengan perubahan zaman.
Perspektif tersebut relevan dengan perjalanan Quran Cordoba.
Sebagai penerbit Al-Qur’an, tujuan akhirnya bukan sekadar menjual mushaf. Ada misi yang lebih besar, yakni bagaimana produk, program, komunikasi, dan aktivitas perusahaan dapat menjadi bagian dari upaya menginspirasi manusia untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Dengan demikian, marketing menjadi jembatan antara nilai yang diyakini perusahaan dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Kunjungan Hermawan Kartajaya ke Quran Cordoba menjadi pengingat bahwa sebuah perusahaan dapat tumbuh ketika memiliki alasan yang lebih besar daripada sekadar mengejar pertumbuhan bisnis.
Bagi Quran Cordoba, motto “Inspiring People to Love and Live with Quran” menjadi kompas dalam perjalanan tersebut.
Tagline itu bukan hanya kalimat komunikasi, melainkan cita-cita untuk menghadirkan Al-Qur’an dalam berbagai ruang kehidupan—dengan produk yang inovatif, edukasi yang relevan, kolaborasi yang luas, serta gerakan sosial sehingga dengan niat ibadah menjadi marketing syariah.
Kunjungan singkat pada Jumat, 21 Agustus 2026 itu pun meninggalkan satu pesan penting bagi Quran Cordoba, yaitu nilai untuk kembali pada satu tujuan utama: menginspirasi umat untuk mencintai dan hidup bersama Al-Qur’an.

%20(1).jpg)
.jpeg)
.jpeg)