Heri Abu Mahbubi
Rahasia Quranic Law of Attraction karya Rusdin S. Rauf ajak umat memahami hukum ketertarikan melalui perspektif Al-Qur’an, husnuzan kepada Allah, doa, ikhtiar, dan tawakal. Kisahnya sangat inspiratif, dari afirmasi, visualisasi dan lainnya. Mas Rusdin pernah mendapat 500 juta rupiah sejak mahasiswa dengan metode usahanya.
.png)
Quran Cordoba - Acara bedah buku dan seminarnya mulai ramai tahun 2023, momen refleksi spiritual yang menarik dan berkesan, live di platform tiktok disaksikan ribuan orang setiap hari. Langsung bersama sang penulis, Rusdin S. Rauf (akrab disapa Mas Rusdin), yang telah membuktikan metode "Quranic Law of Attraction" (QLoA).
Diskusi interaktif membedah karya monumentalnya ada dimana-mana. Karya pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 dan kini telah terjual lebih dari satu juta eksemplar ini menawarkan perspektif segar yang menggabungkan hukum ketertarikan dengan nilai-nilai ketauhidan Islam. Memang masih jauh dengan buku fenomenal the secret terjual lebih dari 30 juta di seluruh dunia.
Quran Cordoba sebagai penerbit yang inovatif dengan motto menginspirasi orang untuk cinta dan hidup bersama Al-Qur’an, akhirnya mencetak Mushaf Quranic Law of Attraction dengan tematik konten 7 prinsip, berisi refleksi, afirmasi, berbasis hadis sahih. Kisahnya menarik menjadi pembahasan.
Namun, Mas Rusdin sendiri memiliki latar belakang pendidikan yang unik. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) dan sempat mengenyam pendidikan di Islamic Boarding School Insan Cendekia Gorontalo—sekolah Islam unggulan rintisan almarhum BJ Habibie yang menekankan keseimbangan ilmu agama serta teknologi, Imtaq [Iman Taqwa] dan Iptek [Ilmu pengetahuan dan teknologi].
Sebelum memutuskan menjadi pengusaha dan konsultan bisnis, ia pernah bekerja di BPS, terlibat dalam proyek Bank Dunia (World Bank), hingga akhirnya mengundurkan diri sebagai PNS. Agar fokus mengembangkan usaha mandirinya.
Lantas, apa yang membuat konsep Quranic Law of Attraction ini begitu penting untuk dipahami umat Muslim? Mari kita kupas tuntas kisah menarik ini!
Pada tahun 2006-2007, dunia diguncang oleh fenomena buku dan film The Secret karya Rhonda Byrne yang mempopulerkan konsep Law of Attraction (LoA) atau hukum ketertarikan.
Konsep ini mengajarkan bahwa jika manusia memfokuskan pikiran dan perasaannya pada hal-hal positif, maka alam semesta (universe) akan merespons getaran (vibration) tersebut dan mengabulkannya.
Namun, popularitas LoA konvensional dari barat ini memicu kegelisahan mendalam di hati Mas Rusdin. Jika diterapkan secara mentah-mentah oleh umat Muslim, konsep ini dikhawatirkan dapat mengganggu nilai-nilai tauhid. Jika lemah keilmuan Islamnya.
Manusia seolah-olah boleh untuk menuhankan kekuatan pikirannya sendiri atau menuhankan alam semesta (universe) sebagai pemberi rezeki, pengatur hidupnya mengesampingkan peran mutlak Allah SWT.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, Ia mendedikasikan waktu selama 30 hingga 45 hari untuk meneliti kitab-kitab klasik Islam—termasuk karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Bukhari-Muslim, hingga kitab Fiqhu Do'a.
Sejak sekolah mas Rusdin senang membaca buku dan produktif menulis. Bahkan hasil risetnya membuktikan bahwa prinsip-prinsip ketertarikan sebenarnya merupakan bagian dari sunatullah (hukum alam yang ditetapkan oleh Allah) dan tercantum jelas di dalam Al-Qur'an dan hadis.
Quranic LoA hadir sebagai opsi agar umat Muslim dapat mempraktikkan ilmu pikiran ini dengan benar tanpa kehilangan jati diri keimanannya, bahkan justru menguatkan dan meningkatkan pemahaman tauhid.
Ada dua perbedaan mendasar antara LOA Barat dengan Quranic LOA yang berakar pada Al-Qur'an:
Aspek Perbedaan: Titik Fokus (Focus Point) dan Tujuan Akhir (Goal Orientation)
LOA Konvensional (Barat) Berfokus pada pikiran manusia dan alam semesta (universe) sebagai pemberi respons. Mayoritas (80%) bersifat egosentris atau berpusat pada diri sendiri, yang sering kali berujung pada aksi pamer (flexing) kekayaan demi pengakuan sosial.
Quranic Law of Attraction (QLOA) Berfokus langsung pada prasangka baik (husnudzon) kepada Allah SWT. Allah-lah yang menggerakkan alam semesta untuk menolong hamba-Nya. Berorientasi pada pemberian dampak (impact) yang luas bagi orang lain. Fokusnya ke manfaat, bukan pemuasan ego.
Salah satu contoh nyata yang digambarkan Mas Rusdin adalah kisah Nabi Ibrahim AS saat hendak dilemparkan ke dalam api. Nabi Ibrahim tidak berkomunikasi dengan api atau alam semesta, melainkan menyerahkan kepasrahan dan prasangka baiknya sepenuhnya kepada Allah SWT.
Allahlah yang kemudian memerintahkan api tersebut untuk menjadi dingin dan menyelamatkan Nabi Ibrahim.
Baca Juga: Hakikat Quranic Law of Attraction dalam Prinsip Niat dan Doa
Dalam Law of Attraction (LOA) konvensional, visualisasi sering kali berbenturan dengan logika kita. Saat kita membayangkan sesuatu seolah-olah sudah ada padahal kenyataannya belum, pikiran logis kita akan menolak dan menganggap hal itu sebagai "halu" (khayalan kosong).
Metode Quranic Law of Attraction (QLOA) memiliki cara khusus agar visualisasi dan logika kita bisa berjalan selaras tanpa ada penolakan dari dalam diri:
Cara terbaik untuk menyinkronkan logika dan keyakinan adalah dengan melakukan visualisasi atau afirmasi tepat saat baru bangun tidur (misalnya sebelum subuh). Pada momen ini, gelombang otak yang mengendalikan pikiran logis kita belum aktif 100%.
Dengan begitu, logika kita tidak akan melawan atau membantah bayangan kita, sehingga visualisasi tersebut bisa meluncur mulus dan tertanam di alam bawah sadar.
Visualisasi menjadi terasa "halu" dan egosentris ketika kita merasa bahwa kekuatan pikiran kita sendirilah yang menarik impian tersebut. Dalam Quranic LOA, kita memvisualisasikan keinginan dengan fokus berprasangka baik kepada Allah.
Kita menanamkan keyakinan bahwa impian tersebut sangat mudah bagi Allah untuk diwujudkan, dan Allahlah yang nantinya akan menggerakkan alam semesta untuk menolong kita.
Contohnya "Saya yakin Allah pasti mudahkan saya [sebutkan target spesifik]”. Formula ini menghindari ego berlebih dan menjaga ketauhidan sejak subuh hari.
Sebelum mulai melakukan suatu pekerjaan fisik (seperti bekerja, menulis, atau memikirkan ide di depan laptop), mulailah dengan menulis di dalam batin terlebih dahulu melalui visualisasi.
Mas Rusdin membagikan pengalamannya bahwa dengan bervisualisasi, memasrahkan diri, dan berprasangka baik kepada Allah sebelum mulai bertindak, motivasi kita akan meningkat dan ide-ide akan mengalir jauh lebih mudah tanpa hambatan (stuck).
Visualisasi bisa dibantu dengan media fisik yang realistis. Mas Rusdin mencontohkan metode menuliskan impian spesifik (seperti target angka rezeki) di secarik kertas kecil yang kemudian disimpan di dalam dompet.
Angka 500 juta di kertas tersebut, setiap kali dompet dibuka, tulisan tersebut berfungsi sebagai jangkar visual untuk membangun rasa syukur, harapan, dan prasangka baik kepada Allah, alih-alih mengeluh karena dompet kosong, dan itu terbukti sejak ia mahasiswa.
Metode ini digunakan untuk bangkit dari titik terendah atau saat mengalami demotivasi dalam waktu 1-2 jam. Berdasarkan spirit Surat Ad-Duha, waktu yang tepat untuk mengingat kembali momen-momen indah masa lalu ketika Allah menolong kita keluar dari kesulitan.
Dengan memanggil ingatan tersebut, rasa syukur dan keyakinan kita akan kembali hangat, sehingga kita bisa bertobat, beristigfar, dan kembali melangkah dengan penuh optimisme.
Wallhu’alam bishawab
Baca Juga: Quranic Law of Attraction Berbasis 7 Prinsip Petunjuk Al-Quran

Sumber: Bedah Buku Quranic Law of Attraction, Rec. Youtube 2023
.png)
