Artikel

4 Keistimewaan Musim Haji Sejak Bulan Zulkaidah: Pahala Berlipat Sampai Larangan Perang

Heri Abu Mahbubi

April 29, 2026

Temukan 4 keistimewaan musim Haji, sejak bulan Zulkaidah saatnya duduk, berdiam diri atau gencatan senjata [larangan berperang]. Ini bulan persiapan haji sejak kloter pertama dan amalan ibadahnya. Pahami hikmah bulan Zulkaidah sekarang!🌙

Keistimewaan bulan-bulan Haji

Quran Cordoba - Saat ini kita memasuki bulan Zulkaidah 1447 H, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini menjadi momen istimewa untuk meningkatkan ibadah, menghindari dosa, dan mempersiapkan diri menyambut puncak ibadah haji di Zulhijjah.

Secara makna Zulkaidah atau Dzulqa'dah berarti musim duduk-duduk, berdiam diri, atau gencatan senjata agar ada perdamaian. Orang Arab dulu bahkan sebelum Islam, lebih banyak berdiam diri di rumah. Selain itu, di bulan Dzulqa'dah orang Arab lebih memilih “duduk” menahan diri dari peperangan.

Apa Itu Bulan Bulan Haram?

Syahrulharam merujuk pada empat bulan mulia dalam kalender Hijriah: Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Rasulullah SAW bersabda bahwa satu tahun terdiri dari 12 bulan, di mana empat di antaranya adalah bulan haram yang tiga berurutan—Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram—serta Rajab yang terpisah.

Rasulullah Saw. telah bersabda:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ استدار كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، اَلسَّنَةُ اِثْناَ عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُوالْقَعْدَةِ وَذُوالْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

"Sesungguhnya zaman ini telah berjalan (berputar) sebagaimana perjalanan awalnya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang mana satu tahun itu ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram, tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam, kemudian bulan Rajab Mudhar yang berada di antara Jumadil(akhir) dan Syakban"(HR. Bukhari dan Muslim).

 

Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, menegaskan bahwa waktu berputar seperti awal penciptaan langit dan bumi oleh Allah SWT. Keempat bulan ini memiliki kedudukan tinggi karena Allah SWT secara khusus memuliakannya, sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah: 36. Keistimewaannya terangkum dalam 4 hikmah, yaitu:

 

Hikmah Pertama: Larangan Berperang untuk Menjauhi Dosa

Salah satu keistimewaan utama bulan haram adalah larangan berperang, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 217 yang menyatakan bahwa qital di bulan haram termasuk dosa besar. Larangan ini menjadi rahmat Allah agar umat Islam bisa bepergian aman, terutama untuk ibadah haji dan umrah.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ

"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar." (QS. Al-Baqarah : 217).

 

Di bulan Zulkaidah 1447 H (mulai sekitar 21 April 2026), jemaah haji Indonesia mulai berangkat. Kloter pertama masuk asrama pada 21 April (4 Zulkaidah) dan diberangkatkan ke Madinah pada 22 April (5 Zulkaidah), dengan total 221.000 jemaah hingga akhir bulan. Ini memastikan perjalanan aman menuju puncak haji di Arafah pada 9 Zulhijjah.

Zulhijjah menjadi waktu wukuf di Arafah sebagai puncak haji dan Iduladha pada 10 Zulhijjah, sementara Muharram adalah masa kepulangan jemaah hingga 1 Juli 2026 (15 Muharram 1448 H). Dengan demikian, larangan perang menjamin kelancaran rukun Islam kelima bagi jutaan muslimin dunia.

Hikmah Kedua: Hindari Kezaliman di Bulan Mulia

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah: 36,

فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

"Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan haram yang empat itu."

Tafsir Ibnu Abbas menjelaskan bahwa larangan ini berlaku untuk semua bulan, tapi lebih ditekankan di empat bulan haram karena kemuliaannya yang lebih tinggi sebagai musim haji.

Di Zulkaidah saat ini, umat Islam diwajibkan ekstra hati-hati menghindari kezaliman seperti ghibah, fitnah, atau menyakiti orang lain. Kebiasaan baik ini diharapkan terbawa ke bulan lain, memperkuat akhlak mulia sebagaimana diajarkan syariat.

Para ulama seperti Ibnu Katsir menegaskan bahwa memuliakan bulan haram berarti menjaga diri dari dosa, sehingga derajat kita naik di sisi Allah SWT.

 

Hikmah Ketiga: Pahala dan Dosa Berlipat Ganda

Bulan haram memiliki kelipatan pahala untuk amal shaleh dan sanksi untuk dosa. Imam Ath-Thabari meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Allah SWT mengagungkan keempat bulan ini, sehingga ganjaran kebaikan dan dosa menjadi lebih besar.

Amal saleh yang dianjurkan meliputi shalat sunnah, puasa sunnah, tilawah Al-Qur'an, dzikir, sedekah, dan menolong sesama. Di Zulkaidah, sibukkan diri dengan ibadah ini untuk memaksimalkan pahala. Nanti di Zulhijjah, tambah puasa Arafah, kurban, dan haji bagi yang mampu; di Muharram, puasa Tasu'a dan Asyura.

Dorongan ini memotivasi umat Islam memperbanyak kebaikan, terutama di bulan ke-11 Hijriah sekarang yang menjadi pintu gerbang musim haji.

 

Hikmah Keempat: Bulan yang Disucikan Allah

Seperti Ramadhan yang diberkahi, keempat bulan haram disucikan oleh Allah SWT. Imam Qatadah dalam tafsir Ibnu Katsir menyebut Allah menyucikan bulan-bulan ini seperti menyucikan Rasul, masjid, dan Lailatul Qadr.

Muliakanlah apa yang dimuliakan Allah, itulah tanda orang berilmu.

Umat Islam tak perlu memahami semua rahasia, cukup beriman dan taat. Insya Allah, hikmahnya terbuka seiring keikhlasan menjalankannya.

Baca Juga: Khutbah Rasulullah Wukuf di Arafah: Pesan Islam Sepanjang Zaman

Jadwal Haji Indonesia 1447 H/2026 M

Fase Tanggal Masehi Tanggal Hijriah

Keberangkatan Kloter 1

22 April 2026 5 Zulkaidah 1447 H

Wukuf Arafah

Mei 2026 (est.) 9 Zulhijjah 1447 H

Iduladha

Mei 2026 (est.) 10 Zulhijjah 1447 H

Kepulangan Terakhir

Juni 2026 Muharram 1448 H

Tabel ini merangkum rangkaian haji, menunjukkan keterkaitan ketat Zulkaidah-Zulhijjah-Muharram dengan keamanan perjalanan.

Salah satu syarat kelancaran ibadah haji adalah perjalanan yang aman (amnu ath-thariq). Maka, rahasia di balik larangan berperang pada bulan Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam adalah demi menjamin keamanan pelaksanaan ibadah haji secara utuh:

  1. Bulan Zulkaidah merupakan masa keberangkatan jamaah haji dari seluruh penjuru dunia. 
  2. Bulan Zulhijah merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji. Jutaan umat Islam akan berkumpul untuk melaksanakan rukun haji yang paling utama, yakni wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 H, yang kemudian disusul dengan hari raya Idul Adha.
  3. Bulan Muharam merupakan  masa kepulangan jamaah haji ke tanah air masing-masing. 

Baca Juga: Tadabur Ayat Haji dalam Surah Al-Hajj

Amalan di Musim Haji

Sejak bulan Zulkaidah semua mempersiapkan diri, khusus bagi yang berangkat menunaikan rukun Islam ke 5, diantaranya:

·         Perbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan istighfar.

·         Puasa sunnah dan shalat malam.

·         Sedekah serta jaga lisan dari ghibah.

·         Persiapan mental untuk haji bagi yang mampu.

Dengan memanfaatkan keistimewaan bulan Zulkaidah 1447 H, umat Islam bisa mendekatkan diri pada Allah SWT. Hormati syahrul haram ini agar pahala berlipat dan terhindar dari dosa besar. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Amin.

Baca Juga: Amalan Bulan Dzulhijjah dan Larangan Potong Rambut, Kuku Bagi yang Berkurban

Baca Juga

4 Keistimewaan Musim Haji Sejak Bulan Zulkaidah: Pahala Berlipat Sampai Larangan Perang

Heri Abu Mahbubi
April 29, 2026
Temukan 4 keistimewaan musim Haji, sejak bulan Zulkaidah saatnya duduk, berdiam diri atau gencatan senjata [larangan berperang]. Ini bulan persiapan haji sejak kloter pertama dan amalan ibadahnya. Pahami hikmah bulan Zulkaidah sekarang!🌙
Selengkapnya

Rahasia Generasi Ulama Salaf: 10 Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pribadi Berkarakter

Heri Abu Mahbubi
April 23, 2026
Rahasia parenting ala ulama salaf, tiga generasi terbaik setelah Rasulullah. Pelajari 10 cara mendidik anak agar shaleh, kuat, mandiri, dan berprestasi. Didik anak dengan teladan, reward, life skill sejak dini. Inspirasi Quran untuk generasi yang berkarakter.
Selengkapnya
Official Store
tokopedia-cordoba
Follow Us
Kantor Pusat
Jl. Sukajadi no. 215 Gegerkalong, Kec. Sukasari, Kota Bandung,
‍Tlp : (022) 2008 776
Kantor Pemasaran Jakarta
Jalan Raya Kodau Kavling P&k No.174 Jatimekar - Jatiasih Bekasi 17422
Tlp : (021) 84981836
Kantor Pemasaran Surabaya
Jl. Ketintang Madya II No. 5, Kel. Karah , Kec Jambangan Kota Surabaya - Jawa Timur 60232
WA : +62 852-1719-4370
qurancordoba.com - Copyright 2021