Heri Abu Mahbubi
Temukan 4 keistimewaan musim Haji, sejak bulan Zulkaidah saatnya duduk, berdiam diri atau gencatan senjata [larangan berperang]. Ini bulan persiapan haji sejak kloter pertama dan amalan ibadahnya. Pahami hikmah bulan Zulkaidah sekarang!🌙
.jpeg)
Quran Cordoba - Saat ini kita memasuki bulan Zulkaidah 1447 H, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini menjadi momen istimewa untuk meningkatkan ibadah, menghindari dosa, dan mempersiapkan diri menyambut puncak ibadah haji di Zulhijjah.
Secara makna Zulkaidah atau Dzulqa'dah berarti musim duduk-duduk, berdiam diri, atau gencatan senjata agar ada perdamaian. Orang Arab dulu bahkan sebelum Islam, lebih banyak berdiam diri di rumah. Selain itu, di bulan Dzulqa'dah orang Arab lebih memilih “duduk” menahan diri dari peperangan.
Syahrulharam merujuk pada empat bulan mulia dalam kalender Hijriah: Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Rasulullah SAW bersabda bahwa satu tahun terdiri dari 12 bulan, di mana empat di antaranya adalah bulan haram yang tiga berurutan—Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram—serta Rajab yang terpisah.
Rasulullah Saw. telah bersabda:
"Sesungguhnya zaman ini telah berjalan (berputar) sebagaimana perjalanan awalnya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang mana satu tahun itu ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram, tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam, kemudian bulan Rajab Mudhar yang berada di antara Jumadil(akhir) dan Syakban"(HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, menegaskan bahwa waktu berputar seperti awal penciptaan langit dan bumi oleh Allah SWT. Keempat bulan ini memiliki kedudukan tinggi karena Allah SWT secara khusus memuliakannya, sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah: 36. Keistimewaannya terangkum dalam 4 hikmah, yaitu:
Salah satu keistimewaan utama bulan haram adalah larangan berperang, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 217 yang menyatakan bahwa qital di bulan haram termasuk dosa besar. Larangan ini menjadi rahmat Allah agar umat Islam bisa bepergian aman, terutama untuk ibadah haji dan umrah.
"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar." (QS. Al-Baqarah : 217).
Di bulan Zulkaidah 1447 H (mulai sekitar 21 April 2026), jemaah haji Indonesia mulai berangkat. Kloter pertama masuk asrama pada 21 April (4 Zulkaidah) dan diberangkatkan ke Madinah pada 22 April (5 Zulkaidah), dengan total 221.000 jemaah hingga akhir bulan. Ini memastikan perjalanan aman menuju puncak haji di Arafah pada 9 Zulhijjah.
Zulhijjah menjadi waktu wukuf di Arafah sebagai puncak haji dan Iduladha pada 10 Zulhijjah, sementara Muharram adalah masa kepulangan jemaah hingga 1 Juli 2026 (15 Muharram 1448 H). Dengan demikian, larangan perang menjamin kelancaran rukun Islam kelima bagi jutaan muslimin dunia.
Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah: 36,
"Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan haram yang empat itu."
Tafsir Ibnu Abbas menjelaskan bahwa larangan ini berlaku untuk semua bulan, tapi lebih ditekankan di empat bulan haram karena kemuliaannya yang lebih tinggi sebagai musim haji.
Di Zulkaidah saat ini, umat Islam diwajibkan ekstra hati-hati menghindari kezaliman seperti ghibah, fitnah, atau menyakiti orang lain. Kebiasaan baik ini diharapkan terbawa ke bulan lain, memperkuat akhlak mulia sebagaimana diajarkan syariat.
Para ulama seperti Ibnu Katsir menegaskan bahwa memuliakan bulan haram berarti menjaga diri dari dosa, sehingga derajat kita naik di sisi Allah SWT.
Bulan haram memiliki kelipatan pahala untuk amal shaleh dan sanksi untuk dosa. Imam Ath-Thabari meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Allah SWT mengagungkan keempat bulan ini, sehingga ganjaran kebaikan dan dosa menjadi lebih besar.
Amal saleh yang dianjurkan meliputi shalat sunnah, puasa sunnah, tilawah Al-Qur'an, dzikir, sedekah, dan menolong sesama. Di Zulkaidah, sibukkan diri dengan ibadah ini untuk memaksimalkan pahala. Nanti di Zulhijjah, tambah puasa Arafah, kurban, dan haji bagi yang mampu; di Muharram, puasa Tasu'a dan Asyura.
Dorongan ini memotivasi umat Islam memperbanyak kebaikan, terutama di bulan ke-11 Hijriah sekarang yang menjadi pintu gerbang musim haji.
Seperti Ramadhan yang diberkahi, keempat bulan haram disucikan oleh Allah SWT. Imam Qatadah dalam tafsir Ibnu Katsir menyebut Allah menyucikan bulan-bulan ini seperti menyucikan Rasul, masjid, dan Lailatul Qadr.
Muliakanlah apa yang dimuliakan Allah, itulah tanda orang berilmu.
Umat Islam tak perlu memahami semua rahasia, cukup beriman dan taat. Insya Allah, hikmahnya terbuka seiring keikhlasan menjalankannya.
Baca Juga: Khutbah Rasulullah Wukuf di Arafah: Pesan Islam Sepanjang Zaman
Fase Tanggal Masehi Tanggal Hijriah
22 April 2026 5 Zulkaidah 1447 H
Mei 2026 (est.) 9 Zulhijjah 1447 H
Mei 2026 (est.) 10 Zulhijjah 1447 H
Juni 2026 Muharram 1448 H
Tabel ini merangkum rangkaian haji, menunjukkan keterkaitan ketat Zulkaidah-Zulhijjah-Muharram dengan keamanan perjalanan.
Salah satu syarat kelancaran ibadah haji adalah perjalanan yang aman (amnu ath-thariq). Maka, rahasia di balik larangan berperang pada bulan Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam adalah demi menjamin keamanan pelaksanaan ibadah haji secara utuh:
Baca Juga: Tadabur Ayat Haji dalam Surah Al-Hajj
Sejak bulan Zulkaidah semua mempersiapkan diri, khusus bagi yang berangkat menunaikan rukun Islam ke 5, diantaranya:
· Perbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan istighfar.
· Puasa sunnah dan shalat malam.
· Sedekah serta jaga lisan dari ghibah.
· Persiapan mental untuk haji bagi yang mampu.
Dengan memanfaatkan keistimewaan bulan Zulkaidah 1447 H, umat Islam bisa mendekatkan diri pada Allah SWT. Hormati syahrul haram ini agar pahala berlipat dan terhindar dari dosa besar. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Amin.
Baca Juga: Amalan Bulan Dzulhijjah dan Larangan Potong Rambut, Kuku Bagi yang Berkurban
.jpeg)
.jpeg)